LANGIT7.ID-, Grobogan- - Akses yang sulit hingga menyeberangi sungai karena belum terhubung jembatan, jalan penuh bebatuan dan kerikil menjadi kisah pendistribusian
daging kurban Dompet Dhuafa.
Program Tebar Hewan Kurban tersebut sampai harus melewati medan terjal di wilayah Dusun Kedung Udal, Desa Padas, Grobogan, Jawa Tengah. Sebanyak 85 KK (Kepala Keluarga) mendiami wilayah Dusun Kedung Udal.
“Jangankan kurban di Dusun Kedung Udal, fasilitas umum saja belum banyak menunjang, seperti Unit Kesehatan atau Puskesmas yang belum tersedia di wilayah tersebut, bayangkan saja ketika masyarakat butuh berobat atau ibu akan melahirkan, begitu sulit yang harus kami tempuh,” tutur Ketua RT 03, Dusun Kedung Udal, Saben .
Melalui Tebar Hewan Kurban (THK) 1444 H Dompet Dhuafa dengan serentak mendistribusikan daging kurban terutama wilayah 3T (Tertinggal, Terluar dan Terdalam) salah satunya Dusun Kedung Udal.
Baca juga:
Toleransi di Daerah Minoritas, Nonmuslim Bantu Potong Daging Kurban“Kami menunjuk Dusun Kedung Udal karena wilayah tersebut memiliki potensi penerima manfaat yang cukup banyak, kemiskinan akibat sulitnya akses dan belum tersedianya fasilitas umum menjadi potensi angka kemiskinan terus tinggi. Ditambah angka stunting pada anak pun terus melonjak. Selain minimnya pengetahuan akan kesehatan ibu dan anak, warga Dusun Kedung Udal, ketidakadaan puskesmas serta rendahnya tingkat konsumsi daging menjadi satu kesatuan yang belum bisa terpenuhi hingga saat ini di Dusun tersebut,” ujar Saben yang juga pengurus Dompet Dhuafa.
Pendistribusian daging dilakukan dengan menggunakan motor karena akses yang dapat dilalui hanya dengan roda dua. Sebanyak 20 besek didistribusikan lebih dahulu dan 7 doka yang telah di sembelih untuk dibawa ke Dusun Kedung Udal.
“Alhamdulillah saya mendapatkan daging kurban, apalagi seperti saya ini untuk konsumsi daging sangat jarang. Bahkan rata-rata warga di sini makan apa yang ada dari ladang seperti ketela, jagung hingga sayur-sayuran yang ditanamnya. Bahkan jarang sekali di Dusun ini untuk melakukan kurban karena mengingat tingkat ekonomi masyarakat yang belum cukup untuk menggelar perayaan kurban,” ucap Masiroh, salah satu penerima manfaat daging kurban di Dusun Kedung Udal.

(ori)