LANGIT7.ID-, Jakarta- -
Puasa Asyura atau puasa pada 10 Muharram merupakan sunnah Rasulullah SAW. Bahkan, sebelum puasa Ramadhan diwajibkan, Rasulullah SAW dan para sahabat sudah melaksanakan puasa Asyura.
Pimpinan AQL Islamic Center, KH Bachtiar Nasir (UBN), menjelaskan, penyebab umat Islam disunnahkan berpuasa Asyura karena pada hari itu Nabi Musa diselamatkan oleh Allah SWT dari kejaran Fir'aun dengan cara membelah laut.
Ada satu pelajaran penting saat Nabi Musa AS diberi mukjizat membelah lautan. Kebatilan pasti akan hancur dan sirna meski sangat kuat dan kokoh. Sebeliknya, kebenaran pasti akan menang meski lemah dan tidak terlihat.
"Itu kita lihat dalam peristiwa Firaun yang memiliki segalanya pada zaman itu, tidak ada kekuatan yang dapat menandinginya. Tetapi, ia melampaui batasnya dan menebar kerusakan, begitu keras kepala dalam kekufurannya berbuat zalim terhadap rakyatnya dan memecah-belah kaumnya," kata UBN dalam tausiahnya di AQL Islamic Center, Jakarta, dikutip Kamis (27/7/2023).
Allah SWT mengisahkan perjalanan Musa dan Fir'aun dalam Al-Qur'an. Kisah tersebut bisa ditemukan dalam Surah Asy-Syu'ara: 61-68. Dalam rentetan ayat itu, Allah menggambarkan momen saat Nabi Musa AS mendapat mukjizat membelah lautan dan menenggelamkan Fir'aun beserta bala tentaranya.
Menurut UBN, sepanjang sejarah peristiwa seperti itu terus berulang. Ada sekelompok orang yang sombong, sewenang-wenang, dan berbuat zalim. Mereka tertipu dengan kekuatan dan kekuasaan yang ada di tangan mereka.
"Sebaliknya, ada orang beriman yang lemah, hatinya berharap mendapat pertolongan Allah, dan terus bersabar sampai pertolongan-Nya tiba. Maka datanglah hari besar seperti hari Asyura ini," tutur UBN.
Kebatilah ingin tinggi dan berkuasa, sedangkan Allah SWT menghendaki kebenaran. Pada akhirnya yang berlaku adalah kehendak-Nya. Hal ini pula ditegaskan melalui kisah Musa dan Fir'aun dalam Surah Al-Qashash ayat 3-6.
Surah Al-Qashash turun di Mekkah. Saat itu, umat Islam masih sedikit dan lemah. Sementara, kaum musyrik Quraisy merupakan kaum yang berkuasa dan memiliki kekuatan serta kedudukan yang tinggi di tengah masyarakat jahiliyyah.
"Allah ingin memberikan kabar gembira bagi kaum muslimin bahwa mereka pasti akan menang. Untuk menjelaskan kepada mereka bahwa hanya ada satu kekuatan di alam jagad raya ini, yaitu kekuatan Allah. Serta hanya ada satu yang berharga yaitu keimanan," ujar UBN.
Orang yang bersama Allah dengan iman, maka tidak perlu takut dan khawatir. Meskipun dia sama sekali tidak mempunya kekuatan duniawi. Sebaliknya, barangsiapa yang kafir dan melampaui batas, maka ia tidak akan pernah tenang dan aman meskipun seluruh kekuatan di bumi mendukungnya.
"Jika kita meyakini apa yang ada dalam ayat Alquran ini maka sebagai umat Islam kita akan selalu optimis, meskipun sekarang keadaan umat Islam di berbagai belahan bumi sangat memprihatinkan," ungkap UBN.
Kemenangan dan pertolongan Allah itu pasti datang bagi agama dan hamba-Nya yang beriman pada waktu yang Allah kehendaki. Orang beriman hanya diperintahkan untuk melakukan amal yang terbaik sesuai dengan kondisi dan keadaan kita.
"Karena dengan amal terbaik itulah nanti Allah akan memberikan ganjaran dan balasan yang berlipat ganda," jelas UBN.
(ori)