LANGIT7.ID, Jakarta - Proklamasi
Kemerdekaan Indonesia digaungkan saat umat sedang berpuasa. Tepatnya pada Jumat
17 Agustus 1945, bersamaan dengan 9 Ramadhan di kalender Hijriah.
Pendakwah
Ustadz Abdul Somad menjelaskan, ada makna dibalik pemilihan tanggal 17 oleh Presiden Soekarno. Salah satunya adalah jumlah 17 rakaat dalam salat wajib umat Islam.
"Momen 17 Ramadhan juga merupakan hari turunnya
Al-Quran. Apalagi, Jumat adalah penghulunya hari dalam ajaran Islam," kata dia dalam kutipan ceramahnya, dikutip Senin (8/8/2022).
Adapun Bung Karno memutuskan tanggal 17 Agustus 1945 sebagai hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia karena bertemunya dua kemuliaan pada hari itu.
Baca Juga: Momen Bersejarah 7 Agustus, PPKI Dibentuk Siapkan Kemerdekaan"Hari Jumat sebagai sayyidul ayyam (hari istimewa), dan Bulan Ramadhan sebagai sayyidul suhur (bulan mulia), maka 17 Agustus 1945 dipilih sebagai hari Kemerdekaan Indonesia. Allahu Akbar," ujarnya.
Ustadz yang kental dengan logat melayunya ini menambahkan, orang yang berteriak "Allahu Akbar" tidak menghilangkan rasa nasionalismenya. Begitu juga orang yang cinta NKRI tidak menghilangkan rasa untuk mengagungkan Allah.
"Orang yang tidak paham bagaimana sejarah negeri ini merdeka akan membenturkan antara Allah dan bangsa ini merdeka," ungkapnya.
Seperti termaktub dalam UUD 1945 dalam alinea ketiga, yang berbunyi: “Atas berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya."
"Bung Karno mengangkat tangannya, berteriak, dan berdoa membaca mukadimah itu. Karena itu pula penjajah pulang ke tempat asalnya," tambahnya.
(bal)