LANGIT7.ID, Jakarta -
Momen bersejarah pada 7 Agustus adalah dibentuknya Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Organisasi mempersiapkan berbagai hal jelang
proklamasi Kemerdekaan.
Bangsa Indonesia mempersiapkan
kemerdekaan usai Jepang menyatakan kekalahannya dalam Perang Dunia II. Kesempatan ini dimanfaatkan beberapa tokoh di Tanah Air untuk menyiapkan deklarasi kemerdekaan.
Karena itulah dibentuk PPKI atau dalam bahasa Jepang Dokuritsu Junbi Linkai. PPKI merupakan badan yang bertugas menyiapkan detik-detik
proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Pada awal dibentuk, PPKI diketuai Soekarno dengan wakilnya, Mohammad Hatta. PPKI terdiri dari 21 orang dari berbagai etnis dan daerah di Indonesia.
Baca Juga: Dzikir dan Doa Kebangsaan jadi Agenda Rutin Tasyakur atas Kemerdekaan RIAnggota PPKI tersebut, antara lain terdiri dari 12 wakil dari Jawa, tiga dari Sumatera, dua dari Sulawesi, satu dari Kalimantan, satu dari Nusa Tenggara, satu dari Maluku, dan satu dari golongan Tionghoa.
Melansir dari Sumber Belajar Kemendikbud, Ahad, (7/8/2022), pada 14 Agustus 1945, Golongan muda, yakni Adam Malik, Soekarni, Sutan Syahrir, Wikana, dan Chaerul Sholeh menghendaki kemerdekaan Indonesia dilaksanakan secepat-cepatnya.
Namun, Golongan Tua justru berpendapat kemerdekaan Indonesia harus dilaksanakan melalui revolusi secara terorganisasi.
Akhirnya Ir Soekarno mengumumkan Indonesia akan merdeka secepat mungkin. Ini guna mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia bukan pemberian dari Jepang melainkan hasil perjuangan bangsa sendiri.
Sebagai bukti kemerdekaan Indonesia karena perjuangan bangsanya, PPKI menambah enam orang sehingga menjadi 27 anggota.
Setelah Jepang menyerah kepada sekutu pada 14 Agustus 1945, kesempatan tersebut digunakan sebaik-baiknya untuk segera menyatakan kemerdekaan bangsa Indonesia.
Pada Jumat, 17 Agustus 1945, Ir Soekarno didampingi Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia ke seluruh dunia.
(bal)