Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home global news detail berita

Cara Muhammadiyah Mengisi Kemerdekaan Indonesia: Aksi Nyata dan Pemikiran

tim langit 7 Senin, 14 Agustus 2023 - 09:00 WIB
Cara Muhammadiyah Mengisi Kemerdekaan Indonesia: Aksi Nyata dan Pemikiran
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. Foto/dok
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Indonesia genap berusia 78 tahun pada Agustus 2023 ini. Berbagai cara dilakukan untuk mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendahulu dan pahlawan yang telah gugur.

Muhammadiyah menjadi bagian penting sejak kelahiran pada 1945 sampai 78 tahun eksistensi Indonesia. Dalam mengisi kemerdekaan, Muhammadiyah banyak melakukan aksi nyata dan panduan pemikiran dalam konteks kebangsaan.

Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, Muhammadiyah integral dengan Indonesia dan menjadi bagian yang ikut mendirikan republik ini.

“Kita ini Muhammadiyah pendiri republik ini, maka kita harus peduli dengan bangsa kita, kita peduli dengan umat muslim.” ungkap Haedar dikutip dari laman Muhammmadiyah.

Baca juga:Gaya Baru Pernikahan, Calon Pengantin Berwakaf Uang Keabadian Cinta

Dalam relasi antara keislaman dan keindonesiaan, Muhammadiyah memiliki pemikiran yang dikodifikasi dalam konsep Negara Pancasila Darul Ahdi Wasy Syahadah, sebagai negara kesepakatan dan persaksian.

Pancasila disepakati sebagai dasar negara, kesepakatan tersebut tidak hanya dipekikan secara lisan, melainkan juga dipersaksian, yaitu dengan keterlibatan langsung Muhammadiyah dalam mengisi kemerdekaan dengan gerakan amal nyata.

Muhammadiyah dalam mengisi kemerdekaan dilakukan melalui berbagai aksi nyata, seperti memajukan perekonomian umat dan bangsan yang masih tertinggal. Termasuk dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial dan seterusnya.

“Pendidikan kita juga tertinggal human development indeks kita masih di bawah negara-negara ASEAN. Maka kita harus terus meningkatkan peran keumatan kita.” Tutur Haedar.

Tidak cukup sampai di situ, Muhammadiyah juga menwakafkan kader-kader terbaiknya dari sebelum bahkan sampai sekarang untuk memajukan umat dan bangsa.

Bahkan Presiden RI pertama, Ir. Sukarno adalah anggota resmi Muhammadiyah, yang pernah menjadi guru sekolah Muhammadiyah di Bengkulu, termasuk Fatmawati, istri Sukarno – penjahit Bendera Merah Putih yang merupakan kader Nasyiah anak dari Hasan Din, Konsul Muhammadiyah Bengkulu.

“Mungkin banyak yang tidak tahu karena adanya politik bahkan sampai alergi, padahal anggota dan pimpinan Muhammadiyah. Bisa banyak dicontohkan seperti Soedirman, Insinyur Juanda, empat kali jadi menteri satu kali menjadi perdana menteri. Bahkan menjadi penggagas dan penentu kebijakan kementerian yang diakui oleh PBB, beliau merupakan kader dan pimpinan Muhammadiyah.” tandas Haedar.



(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)