LANGIT7.ID, Pekanbaru - Pandemi Covid-19 yang berjalan hampir dua tahun memukul berbagai sektor, tak terkecuali sektor pendidikan. Dalam rangka membantu mahasiswa agar dapat lulus kuliah hingga tingkat sarjana, para dosen Universitas Lancang Kuning Pekanbaru urun dana sertifikasi dosen (dosen) untuk diberikan kepada mahasiswa dalam bentuk Beasiswa Cendekia.
Rektor Unilak Dr Junaidi menyampaikan Beasiswa Cendekia merupakan urunan dana sertifikasi dosen (serdos) yang diberikan dosen Unilak kepada mahasiswa. Program Ini didasarkan kesukarelaan dalam menyisihkan sebagian pendapatannya.
"Bahwa tidak semua kampus membuat program beasiswa yang berasal dari gaji dosen, ini adalah program kemanusiaan, semoga ini berkah, saya minta adik-adik dapat menyelesaikan kuliah tepat waktu. Semester 8 dan 9 harus sudah selesai kuliah, semakin lama tamat maka akan banyak mempengaruhi keuangan." kata Junaidi dalam keterangannya, Selasa (31/8).
Ia juga berpesan agar dana beasiswa bisa digunakan untuk kuliah, kebutuhan tugas akhir, dan pembelian buku bacaan.
" Di masa Covid ini tentu akan mempengaruhi penghasilan orang tua, mudah-mudahan ini dapat digunakan, semoga dana yang kami kelola bermanfaat bagi anak-anak untuk menuntut ilmu, agar tidak tertunda kuliah," tuturnya.
Bendahara Cendekia, Dr Wita Dwika Listihana menyampaikan dana Beasiswa Cendekia bersumber dari dana sertifikasi 101 dosen Unilak yang kemudian secara sukarela dan ikhlas disumbangkan kepada mahasiswa. Pemberian Beasiswa Cendekia telah berlangsung sebanyak enam kali dengan total penerima lebih dari 170 mahasiswa dari sembilan fakultas yang ada di Unilak.
"Alhamdulillah tahun ini jumlah penerima beasiswa Cendekia meningkat, dan Unilak juga memberikan dana tambahan sehingga penerima juga meningkat," katanya.
Salah satu penerima Beasiswa Cendekia, Gia Ari Safitri, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih. Ia mengaku tidak mengetahui bahwa sumber beasiswa berasal dari gaji dosen yang disisihkan.
"Saya nggak nyangka dana beasiswa yang saya peroleh ini dari dosen saya sendiri, dari uang gaji yang disisihkan, apalagi ini di saat Covid ekonomi pada sulit dan dosen saya tetap ikhlas menyisihkan," tuturnya.
(jqf)