LANGIT7.ID-, Jakarta- - Gempa bumi berkekuatan M6,3 mengguncang Pulau Karatung, Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (26/9/2023) sekitar pukul 08.39.47 WIB. Pusat gempa dilaporkan pada koordinat 4,60° LU ; 127,41° BT, atau tepatnya di laut pada jarak 40 Km arah Tenggara Pulau Karatung kedalaman 109 km.
Analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan, gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,1.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan resminya.
Daryono mengatakan gempabumi ini dirasakan di daerah Talaud dengan skala intensitas III-IV MMI ( Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi ).
Baca juga:
Gempa Bumi M6,3 Guncang Pulau Karatung SulutKemudian di daerah Siau dengan skala intensitas III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu ), daerah Tahuna dengan skala intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu ).
“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” ungkap Daryono
Daryono melaporkan hingga pukul 08.55 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan ( aftershock ).
Daryono pun meminta kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” imbaunya.
(ori)