Deklarasi Pemilu Damai, Jaringan Gusdurian Serukan 4 Poin
tim langit 7Senin, 27 November 2023 - 01:00 WIB
Tokoh pemuda lintas agama yang tergabung dalam Jaringan Gusdurian membacakan Deklarasi Pemilihan Umum (Pemilu) Damai.Foto/ist
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Tokoh pemuda lintas agama yang tergabung dalam Jaringan Gusdurian membacakan Deklarasi Pemilihan Umum (Pemilu) Damai jelang tahun politik 2024.
Deklarasi Pemilu Damai dilakukan sebagai bentuk komitmen bersama untuk mewujudkan pemilu yang damai, jujur, adil, dan bermartabat.
Para perwakilan pemuda dari berbagai lintas agama pada Deklarasi Pemilu Damai membacakan secara serentak lima poin deklarasi di halaman Wisma Hijau, Depok, Jawa Barat, Ahad (26/11/2023).
Berikut adalah bunyi lengkap Deklarasi Pemilu Damai dikutip dari NU Online:
Kami menegaskan komitmen kami untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pemilu, serta menolak segala bentuk kekerasan, intimidasi, penggunaan disinformasi-misinformasi, dan ujaran kebencian dalam kampanye yang dapat merusak perdamaian dan keharmonisan masyarakat
Kami mendorong penyelenggaraan pemilu yang adil, bebas dari manipulasi, dan transparan. Setiap suara memiliki nilai yang sama tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, atau politik
Kami menghormati perbedaan pendapat dan perbedaan aspirasi politik. Kami berkomitmen untuk mengekspresikan aspirasi politik kami melalui saluran yang sah, tanpa merendahkan martabat pihak lain
Kami berharap Pemilihan Umum 2024 menjadi momentum yang memperkuat demokrasi Indonesia, menciptakan pemerintahan yang responsif, transparan, dan mampu mewujudkan kesejahteraan rakyat
Kami berkomitmen untuk terus mengawasi para pemimpin yang nantinya terpilih agar bekerja untuk kemaslahatan rakyat dan tidak menyalahgunakan kekuasaan.
Deklarasi tersebut disaksikan oleh beberapa tokoh bangsa di antaranya Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Lukman Hakim Saifuddin (Menteri Agama RI 2014-2019), Gomar Gultom Ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Asep Saifudin Jahar Rektor UIN Syarif Hidayatullah, dan Mgr Pius Riana Prabdi dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”