Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 10 September 2026
home masjid detail berita

Tips Wujudkan Kepribadian Muslim sebagai Insan Kamil

Muhajirin Jum'at, 01 Desember 2023 - 16:00 WIB
Tips Wujudkan Kepribadian Muslim sebagai Insan Kamil
ilustrasi
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Pengasuh Pondok Pesantren At-Tawazun, Subang, Jawa Barat, Dr. KH. Musyfiq Amrullah, menjelaskan, dalam pandangan Islam, manusia dianggap sebagai entitas yang unik dan memiliki keunggulan-keunggulan dibandingkan dengan makhluk lain.

Dengan keunggulan ini, manusia diangkat sebagai khalifah di bumi, sesuai dengan firman Allah dalam Surat al-Baqarah ayat ke-30. Keunikan manusia terletak pada wujudnya yang multidimensi, memungkinkan untuk bersosial dan mengembangkan peradaban.

Manusia, sebagai makhluk berfikir dengan bahasa sebagai media, memiliki motivasi, kebutuhan untuk bersosial. Interaksi pendidikan menjadi kunci dalam mengembangkan keluwesan sifat yang selalu berubah.

Namun, sebagai makhluk yang memiliki struktur tubuh yang sempurna, setiap individu juga diharapkan untuk mencapai tingkat spiritualitas yang baik. Firman Allah dalam Qur'an Surat at-Tin ayat 4 - 6 menegaskan, Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

Namun, manusia dapat terdegradasi jika tidak menjaga dan mengembangkan tingkat spiritualitas. Kesempurnaan struktur tubuh harus disertai dengan tingkat spiritualitas yang tinggi.

Baca juga:Berdoalah, Allah SWT Sangat Senang Hamba-Nya Meminta

Konsep taqwîm menunjukkan keistimewaan manusia dalam akal, pemahaman, dan bentuk fisik yang tegak. Maka itu, manusia diharapkan menjaga kesempurnaan fisik dan psikis dengan memberikan asupan makanan bergizi, menjaga kesehatan, dan mengembangkan aspek spiritual melalui ajaran agama dan pendidikan yang baik.

“Jika manusia berhasil menjaga dan mengembangkan kelebihannya dengan baik, ia dapat memberikan manfaat besar kepada umat manusia dan alam semesta. Sebaliknya, jika tidak, manusia dapat terjerumus menjadi makhluk yang hina dan merugi,” kata Musyfiq dalam tausiahnya di Masjid Istiqlal Jakarta, dikutip Jumat (30/11).

Tugas Manusia
Manusia mengemban amanah sebagai khalifatul fil ardh (sebagai pemakmur dan pengelola bumi beserta isinya) dan Abdullah (hamba yang mengabdi kepada Allah).

Amanah itu harus diemban agar bisa mencapai derajat Al-Insan Al-Kamil. Insan kamil menurut Abd Karim al-Jilli adalah manusia yang pada dirinya tercermin nama dan sifat Allah secara utuh, serta memiliki pengetahuan untuk mencapai tingkat kesadaran tertinggi menuju Allah.

Untuk menanggulangi krisis spiritual adalah dengan cara tajalli dan serta mengasah daya rohani yaitu hati, akal. Wahm, Tahannuts (meditasi) pikiran, fantasi, dan jiwa.

Tujuh daya rohani tersebut harus dilatih dan dilakukan secara kontinyu (istiqamah) sehingga jiwa dan raganya bersih dan suci dari segala akhlak tercela.

Hal tersebut seharusnya dilakukan oleh kita semua agar dapat mengaktualisasikan hingga manusia itu mampu menembus hakikat Nabi Muhammad.

“Karena di alam semesta ini hanya ada satu insan kamil yaitu Nabi Muhammad SAW. Namun, manusia biasa juga bisa menggapai insan kamil. Karena insan kamil akan terus muncul pada setiap zaman disesuaikan dengan kebutuhan zaman, karena insan kamil adalah hakikat dari segala sesuatu yang ada,” ujar Musyfiq.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 10 September 2026
Imsak
04:24
Shubuh
04:34
Dhuhur
11:53
Ashar
15:08
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan