Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 14 September 2026
home masjid detail berita

Maksud Berlindung dari Fitnah Kehidupan Dalam Doa Shalat

ahmad zuhdi Kamis, 02 September 2021 - 10:35 WIB
Maksud Berlindung dari Fitnah Kehidupan Dalam Doa Shalat
ilustrasi seseorang sedang sedih menghadapi masalah (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID - Di antara doa yang sering kita panjatkan dalam shalat adalah dijauhkan dari fitnah kehidupan dan fitnah kematian (wa min fitnatil mahyaa wal mamaati). Redaksi doa ini dibaca di ujung rakaat setelah membaca doa tasyahud akhir.

Berikut redaksi doa tersebut secara lengkap:

“Allaahumma inni a’uudzubika min ‘adzaabil qabri wa min ‘adzaabinnaari jahannama wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min fitnatil masiihid dajjaal”

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab Jahannam, azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Dajjal.” (HR. Muttafaq ‘alaih).

Kemudian apa makna ujian atau fitnah kehidupan dalam redaksi doa tersebut? Para ulama memberikan beberapa penafsiran dan penjelasan, di antaranya wajib setiap manusia berlindung kepada Allah dari ujian-ujian agar kita bersabar dan agar kita tidak keluar dari agama Allah.

"Sebab nanti ada hadits yang mengungkapkan banyak sekali orang Islam yang diuji, kemudian tidak kuat dengan ujian itu, dan banyak sekali umat Islam yang tadinya muslim menjadi munafik, baik karena sebuah jabatan, harta, dan lainnya disebabkan tidak kuat menghadapi ujian," kata Da’i Persatuan Islam Ustadz Robi Permana dalam salah satu ceramahnya, dikutip Kamis (1/9/2021).

Karena itu, setiap kita dituntut untuk berlindung dari setiap ujian atau fitnah kehidupan. Fitnah kehidupan dalam hadis tersebut, para ulama menjelaskan fitnah berkaitan dengan nafsiyyah yang terdapat dalam Alquran Surat Al-Baqarah ayat 155.

"Maksud meminta perlindungan dari fitnah di ujung ayat tersebut agar kita bersabar. Karena sabar adalah kunci dalam menghadapi ujian," ujarnya.

Dalam ayat tersebut Allah akan menguji manusia di antaranya dari rasa ketakutan, kelaparan, kekurangan harta benda, kegelisahan, dan kekurangan buah-buahan. Dan orang yang dapat melampaui ujian tersebut adalah orang-orang yang bersabar.

"Takut dengan virus corona apakah membawa kepada kemusyrikan? Tidak, karena itu bersifat nafsiyah," ucapnya.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 14 September 2026
Imsak
04:22
Shubuh
04:32
Dhuhur
11:52
Ashar
15:05
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan