Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Tingkat Keparahan Mycoplasma Pneumoniea Lebih Rendah Dibanding Covid-19

esti setiyowati Jum'at, 08 Desember 2023 - 22:00 WIB
Tingkat Keparahan Mycoplasma Pneumoniea Lebih Rendah Dibanding Covid-19
ilustrasi
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Dokter Spesialis Anak di RS Cipto Mangunkusumo dr. Nastiti Kaswandani menekankan bahwa tingkat keparahan dan kematian akibat bakteri Mycoplasma Pneumoniae lebih rendah dibanding fatalitas Covid-19.

“Apabila dibandingkan dengan COVID-19, tingkat keparahan maupun mortalitas (kematian) akibat Mycoplasma pneumoniae cenderung lebih rendah hanya 0,5 sampai 2 persen, itu pun pada mereka dengan komorbiditas,” kata dr. Nastiti.

Ia menjelaskan, gejala pneumonia bakteri mycoplasma cenderung ringan. Sehingga penderita hanya perlu melakukan rawat jalan tanpa harus dirawat di rumah sakit.

“Anaknya cukup baik kondisi klinisnya sehingga masih bisa beraktivitas seperti biasa, makanya sebagian besar kasusnya bisa dilakukan rawat jalan, pemberian obatnya secara minum, dan anaknya bisa sembuh sendiri,” jelas dr Nastiti dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat (8/12/2023).

Baca juga:Mycoplasma Pneumoniae Terdeteksi di Indonesia, Kemenkes: Tetap Disiplin Prokes

Sementara Dokter Spesialis Paru RSUP Persahabatan Prof Erlina Burhan menyebut mycoplasma pneumoniae bukanlah penyakit baru. Bakteri mycoplasma yang menyebabkan peradangan akut pada paru ini telah ditemukan sejak 1930-an.

Hanya saja penyakit ini menjadi perhatian dan kewaspadaan dunia lantaran bakteri Mycoplasma diduga telah menyebabkan kenaikan kasus pneumonia di Tiongkok Utara dan Eropa yang mayoritas menyerang anak-anak.

"Karena bukan penyakit baru, pengobatan untuk Mycoplasma pneumoniae tidak susah dicari karena dapat ditemukan di Puskesmas dan dapat diperoleh menggunakan BPJS. Makanya, masyarakat tidak perlu panik karena penyakit ini sudah lama ditemukan di Indonesia," kata Prof Erlina.

Kemudian ia menegaskan agar masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Menurutnya, hal tersebut adalah kunci utama pencegahan penyakit ini.

"Masyarakat juga perlu mengikuti prosedur kesehatan seperti yang direkomendasikan WHO dan Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) untuk menurunkan risiko penyakit pernapasan," tambahnya.

Rekomendasi itu di antaranya melakukan vaksinasi terutama pada anak-anak, menjaga jarak dengan orang sakit, tidak bepergian saat sakit, pergi ke dokter dan mendapatkan perawatan bila dibutuhkan, memakai masker, memastikan kualitas ventilasi baik dan rutin cuci tangan.

“Kita harus waspada dan terapkan PHBS serta jangan panik,” pesannya.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
TOPIK TERPOPULER
Terpopuler 0 doa
4 snbt
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)