Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 30 Mei 2026
home global news detail berita

5 Humor Gus Dur Paling Nyeleneh yang Masih Dikenang Sampai Sekarang

esti setiyowati Senin, 18 Desember 2023 - 18:00 WIB
5 Humor Gus Dur Paling Nyeleneh yang Masih Dikenang Sampai Sekarang
KH Abdurrahman Wachid.Foto/ist
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Nyeleneh dan doyan humor menjadi ciri khas dari KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Presiden ke-4 RI ini dikenal sebagai sosok yang nyentrik juga unik.

Banyak leluconnya yang masih diingat publik, bahkan tak sedikit penulis yang membukukan humor ala Gus Dur. Berikut 7 lelucon Gus Dur yang menghibur dan dijamin buat Anda tertawa, dikutip dari berbagai buku kumpulan jokes Gus Dur.

Duet Ideal dengan Megawati

Salah satu ciri kedewasaan seseorang adalah kemampuannya mengejek diri sendiri. Gus Dur termasuk orang yang gemar dan sering mengejek diri sendiri atau self-mockery.

Dalam pertemuan besar bisnis internasional di Bali pada akhir 1999, Gus Dur lagi-lagi mengejek diri sendiri. Di depan ratusan peserta dari berbagai negara, dengan rileks Gus Dur bicara dalam bahasa Inggris yang fasih.

"Presiden dan Wakil Presiden kali ini adalah tim yang ideal," katanya.

"Presidennya tidak bisa melihat, dan Wakilnya tidak bisa ngomong..".

Baca juga:Gus Dur Wariskan 4 Point Etika Demokrasi untuk Anak Muda

Om, Bapa dan Azan

Gus Dur bercerita tentang obrolan antara tiga pemuka agama: seorang pendeta Hindu, seorang pastur Katolik, dan seorang kiai. Topiknya: Siapa yang paling dekat dengan Tuhan.

Nah, siapa yang paling dekat dengan Yang Maha Kuasa?

"Kami dong," kata pendeta Hindu.

"Kok kalian merasa paling dekat dengan Tuhan?" tanya si kiai.

"Lha iya. Lihat saja, kami memanggil-Nya saja Om," jawab yang ditanya, merujuk seruan religius Hindu, Om, shanti shanti Om.

"Oh, kalau alasannya itu sih, kami dong yang lebih dekat," kata pastur Katolik. "Lihat saja, kami memanggil-Nya Bapa. Bapa kami yang ada di surga..."

Sang kiai diam saja. Lalu kedua teman bicaranya bertanya, "Kalau Pak Kiai, sedekat apa hubungannya dengan Tuhan?"

"Duh, boro-boro dekat," jawabnya. "Manggil-Nya aja dari menara..."

Disuruh Mundur DPR

Santri: Kiai, mengapa sampeyan waktu disuruh mundur sama DPR kok tidak mau dan sulit amat, malah sampeyan memilih "berantem" dengan anggota DPR?

Gus Dur dengan tegas dan mantap menjawab, "Sudah tahu untuk berjalan maju pun saya dituntun. Eh, malah disuruh mundur!"

Fenomena "Gila" Gus Dur

Predikat humor yang melekat pada sosok Gus Dur sempat membuat Presiden Kuba, Fidel Alejandro Castro Ruz penasaran. Suatu ketika, keduanya berkesempatan bertemu, dan Fidel Castro bertanya pada Gus Dur mengenai joke teranyarnya.

Dijawablah oleh Gus Dur, "Di Indonesia itu terkenal dengan fenomena 'gila'".

Fidel Castro pun menyimak pernyataan mengagetkan tersebut.

"Presiden pertama dikenal dengan gila wanita. Presiden kedua dikenal dengan gila harta. Lalu, presiden ketiga dikenal gila teknologi." tutur Gus Dur yang kemudian terdiam sejenak.

Fidel Castro pun semakin serius mendengarkan lanjutan cerita.

"Kemudian, kalau presiden yang keempat, ya yang milih itu yang gila," celetuk Gus Dur yang membuat Fidel Castro terpingkal-pingkal.

NU Seperti AURI

Salah satu tradisi khas dalam lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) adalah shalawatan dan terbangan atau bermain rebana kecil. Para pemain terbang itu disebut dengan penerbang.

Karena itu, Gus Dur sering menyampaikan di depan jamaah istighosah, "NU itu seperti AURI. Punya banyak penerbang, tapi tidak ada pesawat terbangnya."

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 30 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)