LANGIT7.ID-, Jakarta- - Nyeleneh dan doyan humor menjadi ciri khas dari KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Presiden ke-4 RI ini dikenal sebagai sosok yang nyentrik juga unik.
Banyak leluconnya yang masih diingat publik, bahkan tak sedikit penulis yang membukukan humor ala Gus Dur. Berikut 7 lelucon Gus Dur yang menghibur dan dijamin buat Anda tertawa, dikutip dari berbagai buku kumpulan jokes Gus Dur.
Duet Ideal dengan Megawati
Salah satu ciri kedewasaan seseorang adalah kemampuannya mengejek diri sendiri. Gus Dur termasuk orang yang gemar dan sering mengejek diri sendiri atau self-mockery.
Dalam pertemuan besar bisnis internasional di Bali pada akhir 1999, Gus Dur lagi-lagi mengejek diri sendiri. Di depan ratusan peserta dari berbagai negara, dengan rileks Gus Dur bicara dalam bahasa Inggris yang fasih.
"Presiden dan Wakil Presiden kali ini adalah tim yang ideal," katanya.
"Presidennya tidak bisa melihat, dan Wakilnya tidak bisa ngomong..".
Baca juga:
Gus Dur Wariskan 4 Point Etika Demokrasi untuk Anak MudaOm, Bapa dan Azan
Gus Dur bercerita tentang obrolan antara tiga pemuka agama: seorang pendeta Hindu, seorang pastur Katolik, dan seorang kiai. Topiknya: Siapa yang paling dekat dengan Tuhan.
Nah, siapa yang paling dekat dengan Yang Maha Kuasa?
"Kami dong," kata pendeta Hindu.
"Kok kalian merasa paling dekat dengan Tuhan?" tanya si kiai.
"Lha iya. Lihat saja, kami memanggil-Nya saja Om," jawab yang ditanya, merujuk seruan religius Hindu, Om, shanti shanti Om.
"Oh, kalau alasannya itu sih, kami dong yang lebih dekat," kata pastur Katolik. "Lihat saja, kami memanggil-Nya Bapa. Bapa kami yang ada di surga..."
Sang kiai diam saja. Lalu kedua teman bicaranya bertanya, "Kalau Pak Kiai, sedekat apa hubungannya dengan Tuhan?"
"Duh, boro-boro dekat," jawabnya. "Manggil-Nya aja dari menara..."
Disuruh Mundur DPR
Santri: Kiai, mengapa sampeyan waktu disuruh mundur sama DPR kok tidak mau dan sulit amat, malah sampeyan memilih "berantem" dengan anggota DPR?
Gus Dur dengan tegas dan mantap menjawab, "Sudah tahu untuk berjalan maju pun saya dituntun. Eh, malah disuruh mundur!"
Fenomena "Gila" Gus Dur
Predikat humor yang melekat pada sosok Gus Dur sempat membuat Presiden Kuba, Fidel Alejandro Castro Ruz penasaran. Suatu ketika, keduanya berkesempatan bertemu, dan Fidel Castro bertanya pada Gus Dur mengenai joke teranyarnya.
Dijawablah oleh Gus Dur, "Di Indonesia itu terkenal dengan fenomena 'gila'".
Fidel Castro pun menyimak pernyataan mengagetkan tersebut.
"Presiden pertama dikenal dengan gila wanita. Presiden kedua dikenal dengan gila harta. Lalu, presiden ketiga dikenal gila teknologi." tutur Gus Dur yang kemudian terdiam sejenak.
Fidel Castro pun semakin serius mendengarkan lanjutan cerita.
"Kemudian, kalau presiden yang keempat, ya yang milih itu yang gila," celetuk Gus Dur yang membuat Fidel Castro terpingkal-pingkal.
NU Seperti AURI
Salah satu tradisi khas dalam lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) adalah shalawatan dan terbangan atau bermain rebana kecil. Para pemain terbang itu disebut dengan penerbang.
Karena itu, Gus Dur sering menyampaikan di depan jamaah istighosah, "NU itu seperti AURI. Punya banyak penerbang, tapi tidak ada pesawat terbangnya."
(ori)