LANGIT7.ID - Tak jarang salah satu atau beberapa ruang di rumah terasa gelap dan lembab lantaran tak ada akses cahaya matahari masuk. Alhasil lampu mesti menyala 24 jam di ruangan tersebut, memberatkan tagihan listrik.
Bila itu terjadi mungkin waktunya mempertimbangkan menghadirkan
skylight pada atap.
Secara tekstual,
skylight berarti cahaya dari langit. Dalam desain arsitektur, skylight memiliki fungsi seperti jendela yakni memungkinkan cahaya matahari masuk dan menyinari ruang, namun perletakannya pada atap atau bisa juga dinding tapi di ketinggian mendekati atap.
Bagi yang tertarik untuk mengadopsi skylight dalam rumah, berikut beberapa hal yang perlu diketahui
Memasang
skylight tak bisa sembarangan. Usahakan berkonsultasi dengan para ahli di bidang ini karena ada bermacam risiko.
Selain risiko struktur,
skylight berppotensi membuat warna perabot mudah pudar karena terpapar cahaya matahari intens setiap hari. Pastikan pula mengecek kelembaban ruangan dengan baik, agar tidak ada jamur yang tumbuh dengan mudah.
Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah proses pemasangan
skylight. Mulai dari jenis
skylight, penempatan
skylight berdasar desain, bahan material yang ingin gunakan, serta pemilihan lokasi pemasangan
skylight. Juga jangan sampai melewatkan sudut pencahayaan. Berikut ini beberapa tips seperti dinukil dari Mitra Ruma
Skylight VentilasiPilihan
skylight ventilasi ini sebaiknya diaplikasikan pada ruangan yang membutuhkan cahaya alami sebagai penerangan sekaligus sirkulasi udara. Pemasangan ventilasi jenis ini seperti disarankan pada ruang tidur, ruang keluarga, ataupun ruang tamu.
Skylight ventilasi ini memiliki kelebihan yaitu memiliki fungsi yang sama seperti jendela, yakni dapat dibuka tutup sesuai dengan kebutuhan. Bila berniat melakukan penempatan
skylight ventilasi ini perlu pemikiran cermat terkait rangka
skylight agar ketika hujan turun, rembesan air tidak masuk ke dalam rumah. Karen itulah konsultasi pada ahlinya sangat diperlukan
Skylight TetapJenis
skylight ini berfungsi hanya untuk memberikan cahaya tambahan. Sepertinya julukannya tetap, versi
skylight satu ini tidak dapat dibuka seperti jenis ventilasi. Soal pemasangan tingal menempatkannya sesuai dengan kebutuhan pencahayaan di rumah.
Skylight TubularTepat bila membayangkan
skylight ini berbentuk seperti tabung. Ia memiliki ukuran kecil berdiameter 14 inci saja atau 35,5 centimeter. Keunggulan dari
skylight ini adalah sebagai insulator membantu mengurangi panas dari matahari pada siang hari
Skylight ini cocok untuk diempatkan pada ruangan yang tidak mendapatkan cahaya matahari. Seperti lorong, kamar mandi, dan juga atas lemari.
Material dan Desain SkylightAda ragam pilihan material
skylight yang bisa diaplikasikan. Beberapa jenis material tersebut antara lain kayu, kaca, akrilik, dan polikarbonat.
Desain dan bentuk pun bisa disesuaikan. Misal menggunakan rangka material kayu, bisa membuat bentuk
skylight menyerupai atap segitiga dengan sentuhan kayu ekspose
Hasil akhir memberi kesan elegan, saat cahaya alami dari matahari masuk melalui celah-celah kayu.
Penempatan Posisis Skylight yang TepatUntuk hasil maksimal letakan posisi
skylight pada ruangan minim cahaya, seperti loteng, lofts, atau lantai dua rumah.
Perlu untuk diperhatikan untuk tidak menempatkan
skylight menghadap arah selatan. Ini akan membuat ruangan terasa sangat panas mengingat negara kita berada di wilayah beriklim tropis.
(Foto-foto: Langit7.id/Istock)(arp)