LANGIT7.ID-, Jakarta- - Tinggal di negeri asing seperti Eropa tentu memiliki tantangan tersendiri, terlebih bagi seorang muslim. Selain harus menyesuaikan diri, sebagai penganut agama minoritas kerap kesulitan mencari tempat ibadah.
Namun, hal tersebut tak pernah dirasakan muslimah asal Indonesia, Lusi Catur Maghriefie, yang sudah tinggal di Nottingham selama 4 tahun.
Lusi mengaku nyaman selama tinggal di salah satu kecil di Inggris tersebut. Apalagi posisi tempat tinggalnya saat ini dekat dengan masjid dan Islamic Centre sehingga memudahkannya untuk beribadah dan berkegiatan.
"Dekat rumah ada masjid namanya Masjid Umar dan ada juga Islamic Centre," kata Lusi.
Biasanya, kata Lusi, komunitas muslim Indonesia kerap membuat kegiataan keagamaan di Masjid Umar seperti pengajian atau gathering.
"Ada pengajian khusus muslim Indonesia. Jadi yang ikut kajian ini adalah orang-orang Indonesia yang tinggal di sini sebagai student maupun PR. Kadang ada juga teman Malaysia bergabung," cerita Lusi yang mengisi kekosongan dengan bekerja paruh waktu.
Baca juga:
Berhijab Syar'i dan Pakai Gamis, Titi Kamal dan Christian Sugiono Serasi Foto di Jabal NurSelain itu, pengajian rutin tiap bulan juga kerap digelar di rumah-rumah orang Indonesia yang tinggal di sana. Biasanya, kata Lusi, tempatnya digilir.
"Pengajian muslimah tiap satu bulan sekali, tempatnya bergilir di rumah-rumah teman Indonesia, baik students maupun PR. Pengajian untuk keluarga jadi gabungan ada ikhwan, akhwat dan TPA tiap 2 bulan sekali (sebelumnya sebulan sekali). Ini namanya PeDLN (Pengajian Derby, Leicester dan Nottingham). Jadi 3 kota digabung karena ketiganya kota kecil dengan warga Indonesia yg tidak begitu banyak. KIBAR UK (Keluarga Islam Indonesia di Britania Raya). Setahun sekali dan tiap tahun beda kota sebagai tuan rumah." jelas ibu dari dua anak ini.
Menurut Lusi, adanya pengajian menjadi ajang perpanjangan silaturahmi sekaligus melepas rindu pada makanan Indonesia.
"Pengajian ini biasanya jadi ajang silaturahmi juga sekaligus potluck-an makanan Indonesia. Abis dengar kajian makan ramai-ramai." ungkapnya.
Selama tinggal di Nottingham sejak Desember 2019, Lusi mengaku sejauh ini merasakan kebebasan beragama dan kenyamanan saat beribadah. Menurut Lusi, perbedaan agama di Nottingham sangat dihormati.
"So far fine aja dan they respect each other alhamdulillah," tekannya.
Bahkan, di Nottingham City Centre sering ada syiar atau mengenalkan agama, termasuk Islam. Di sini biasanya, lanjut Lusi, banyak orang yang datang untuk bertanya dan berdiskusi soal Islam.
Ia pun mengaku nyaman tinggal di Nottingham karena kota kecil sehingga memudahkan saat mobilitas.
"Enaknya Nottingham kota kecil jadi kemana-mana lebih dekat. Misalnya rumah Chi dekat dengan area halal di mana ada satu area yg jual segala serba halal. Mulai dari toko grosir halal, butcher halal, ice cream and cake halal dsb," tutup Lusi.
(ori)