Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 10 Juli 2026
home global news detail berita

Inggris Tetap Pada Keputusan Tak Mau Gabung Amerika untuk Serang Iran

lusi mahgriefie Jum'at, 06 Maret 2026 - 08:57 WIB
Inggris Tetap Pada Keputusan Tak Mau Gabung Amerika untuk Serang Iran
Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer
LANGIT7.ID-, London - Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer mengatakan, Inggris tetap pada keputusannya untuk tidak bergabung dengan serangan awal AS-Israel terhadap Iran pada hari Sabtu lalu, dan mengatakan pembicaraan akan menjadi jalan terbaik ke depan.

Pada konferensi pers di Downing Street, PM mengatakan bahwa Inggris memiliki kekuatan untuk mempertahankan nilai-nilai dan prinsip-prinsip kita terlepas dari tekanan untuk melakukan sebaliknya.

Menurutnya jalan terbaik ke depan adalah penyelesaian melalui negosiasi dengan Iran untuk menghentikan ambisi nuklir mereka. Serta memikirkan upaya yang harus dilakukan untuk mengurangi eskalasi konflik.

Sir Keir mengatakan konflik tersebut dapat berlanjut untuk beberapa waktu, saat ia mengumumkan Inggris mengirimkan empat jet tempur Typhoon tambahan ke Qatar.

Pada kesempatan yang sama, Sir Keir menanggapi kritik dari Presiden Amerika Donald Trump karena menolak mengizinkan penggunaan pangkalan Inggris dalam serangan awal, Sabtu (28/2) lalu. Trump menilai hubungan Inggris-AS tidak seperti dulu lagi.

Padahal Inggris pada Minggu (1/3) menyatakan telah menyetujui permintaan AS untuk menggunakan pangkalan militer Inggris, tetapi hanya untuk serangan defensif terhadap situs rudal Iran.

Sir Keir menegaskan bahwa hubungan khusus antara AS dan Inggris tidak retak. "Lihat, hubungan khusus itu sedang berjalan saat ini," katanya kepada wartawan pada hari Kamis (5/3).

"Kami berbagi intelijen 24/7 seperti biasa. Itulah hubungan khusus itu."

Baca juga: Inggris Pastikan Tak Terlibat Serangan Amerika-Israel Terhadap Iran

Sir Keir, yang memimpin rapat komite darurat pemerintah Cobra pada hari Kamis, mengakui bahwa orang-orang "sangat khawatir tentang keluarga dan teman-teman mereka yang terjebak dalam konflik ini".

"Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk melindungi nyawa warga Inggris," katanya.

PM membantah bahwa Inggris tidak siap menghadapi konflik tersebut, dengan menunjukkan bahwa Inggris mulai melakukan penempatan aset ke wilayah tersebut awal tahun ini, khususnya Qatar dan Siprus, bersama dengan AS dan sekutu lainnya.

Sumber pertahanan mengatakan 400 personel tambahan Inggris telah dikirim selama beberapa minggu terakhir untuk mendukung kegiatan pertahanan udara di seluruh pangkalan Inggris di Siprus.

Hal ini terjadi setelah pemerintah menghadapi kritik atas tanggapannya ketika pangkalan-pangkalan Inggris di Bahrain dan Siprus diserang pada akhir pekan lalu.

"Banyak perencanaan dan pengerahan telah dilakukan sebelumnya. Saya yakin kita dapat menjaga keselamatan rakyat kita," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pertahanan John Healey dikabarkan Healey bertemu dengan rekannya Vasilis Palmas di Siprus untuk membahas bagaimana Inggris memperkuat pertahanan udara untuk mendukung keamanan bersama.

Berbicara kepada BBC setelahnya, ia menolak untuk menjawab apakah ia akan mengesampingkan kemungkinan Inggris bergabung dengan serangan AS dan Israel terhadap Iran.

"Kami sekarang melakukan apa yang dapat dilakukan Inggris dengan sebaik-baiknya. Kami memiliki lebih banyak jet di Siprus daripada negara lain mana pun," katanya.

Baca juga: Inggris Izinkan Amerika Gunakan Pangkalan Militer Semata untuk Serangan Defensif

Namun ia mengatakan, "sifat dari setiap perang, dan setiap konflik, adalah bahwa hal itu selalu berubah".

"Kita tidak tahu pasti apa yang akan dilakukan Iran," katanya, menambahkan bahwa Inggris akan menyesuaikan tindakannya untuk memastikan perlindungan bagi rakyat Inggris, pasukan, dan sekutunya.

Ia juga mengatakan bahwa penilaian terbaik tentang drone yang menyerang pangkalan Akrotiri adalah "mungkin ditembakkan dari Lebanon".

Evakuasi Warga Inggris di Timur Tengah

Sir Keir mengatakan bahwa sekira 4.000 warga Inggris telah kembali ke rumah dari wilayah tersebut, dengan ribuan lainnya masih terjebak di Timur Tengah.

Lebih dari 140.000 orang di wilayah tersebut telah mendaftarkan keberadaan mereka kepada pemerintah Inggris, katanya.

Tujuh penerbangan lagi dijadwalkan berangkat dari UEA ke Inggris pada hari Kamis, kata Sir Keir, menambahkan bahwa pemerintah akan menyediakan penerbangan charter tambahan dalam beberapa hari mendatang.

Ia mengatakan, British Airways akan membuka penerbangan harian dari Oman, dan pemerintah akan terus bekerja sama dengan mitra untuk meningkatkan kecepatan dan kapasitas pengangkutan udara ini.

Iran telah membalas serangan udara AS-Israel dengan melancarkan serangan terhadap Israel dan negara-negara sekutu AS di Teluk, termasuk Qatar, Bahrain, Yordania, Uni Emirat Arab, Kuwait, Oman, dan Arab Saudi.

(lsi)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 10 Juli 2026
Imsak
04:34
Shubuh
04:44
Dhuhur
12:02
Ashar
15:23
Maghrib
17:55
Isya
19:08
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan