LANGIT7.ID-, Jakarta- - Liga Premier akan menggunakan teknologi offside semi-otomatis mulai musim depan. Teknologi ini akan menggunakan sistem pelacakan pemain berbasis AI dan disinyalir akan mengurangi waktu yang dibutuhkan ofisial untuk mengambil keputusan offside.
Klub-klub divisi teratas Inggris pada Kamis (11/4) telah mengumumkan bahwa mereka mencapai keputusan bulat untuk menggunakan teknologi offside semi-otomatis, dan mengatakan bahwa sistem baru akan diluncurkan pada paruh pertama musim ini.
“Teknologi ini akan memberikan penempatan garis offside virtual yang lebih cepat dan konsisten, berdasarkan pelacakan pemain optik,” ujar juru bicara Liga Premier yang dikutip Jumat (12/4/2024).
“Tidak hanya itu, teknologi ini juga nantinya akan menghasilkan grafik yang berkualitas tinggi untuk memastikan peningkatan pengalaman di dalam stadion dan siaran bagi para pendukung,” tambahnya.
Teknologi offside semi-otomatis telah digunakan pada Piala Dunia untuk pertama kalinya di Qatar pada 2022. Pada turnamen ini, terdapat sensor di dalam bola untuk melacak akselerasi tetapi hal tersebut tidak akan terjadi di Liga Premier, nantinya akan lebih diatur agar lebih selaras dengan sistem yang digunakan UEFA di Liga Champions.
Liga Premier akan mengumumkan rincian lebih lanjut tentang penggunaan teknologi offside tersebut yang akan digunakan setelah kontrak ditandatangani. Pihak liga juga telah melakukan pengujian dan analisis ekstensif yang dilakukan musim ini.
Sebagai informasi, nantinya dalam penggunaan teknologi offside semi-otomatis akan ada beberapa kamera yang melacak pergerakan pemain dan merekam titik data pada bagian tubuh yang relevan untuk keputusan offside.
Data tersebut nantinya diolah dengan kecerdasan buatan untuk membuat garis offside 3D yang kemudian diberikan dalam bentuk peringatakan kepada tim ofisial VAR.
Hal ini diperkirakan akan memakan waktu rata-rata sekitar 30 detik dari waktu yang dibutuhkan petugas VAR untuk mengambil keputusan secara manual, namun teknologi ini akan meningkatkan kepercayaan diri ofisial dalam pengambilan keputusan setelah adanya beberapa pelanggaran dalam pertandingan.
Liga Premier tidak akan sepenuhnya menggunakan teknologi tersebut, namun juga akan dibaregi dengan sistem manual sebagai cadangan jika terjadi kegagalan dalam menjalankan teknologi semi otomatis tersebut.
(lam)