LANGIT7.ID-, Jakarta- - Banyak umat Islam sering bertanya tentang wirid yang bisa menjadi pegangan hidup. Imam besar Masjid Istiqlal Prof Dr KH. Nasaruddin Umar memberikan pandangan tentang berbagai macam wirid yang bisa menjadi pegangan umat Islam. Menurutnya, wirid umat Islam boleh berbeda-beda.
Kalau ada di antara umat Islam yang berpegang pada wirid sholat dhuha dan sholat tahajud, tidak apa apa. “Lakukanlah terus wirid itu,” ujar Prof Nasaruddin dalam pesannya di NUO (Nasaruddinumaroffice).
Tetapi kalau ada yang memilih wirid itu dengan membaca alqur’an, tidak masalah. Karena ada yang memiliki prinsip, dalam situasi apa pun, pokoknya membaca alqur’an karena dengan membacanya, bisa menentramkan hati dan pikiran. “Gak masalah, lakukanlah terus membaca alqur’an itu,” ujarnya.
Namun ada juga yang memilih wirid dengan berpuasa senen-kamis. Baginya, wirid puasa senen-kamis itu, sangat bagus karena bisa mengendalikan diri dari emosi apa pun. Selain itu, puasa senen-kamis juga bisa berdampak pada kesehatan, karena puasa tersebut ada unsur dietnya.
Tetapi ada juga yang merasa tidak sanggup menjalani wirid dengan puasa senen-kamis, karena puasa dianggap terlalu berat. Lalu, ada yang memilih wirid dengan cara membantu membangun pesantren, membangun masjid, membantu anak yatim dan fakir miskin serta korban banjir, menurut Prof Nasaruddin, wirid tersebut tetap baik. “Jadi wirid itu boleh berbeda beda, tidak harus sama. Tergantung keyakinan pribadi masing-masing,” ujarnya
(lam)