LANGIT7.ID - Hidup harus dijalani dengan seimbang, termasuk dalam soal mengatur asupan makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh. Sikap berlebihan bisa mengganggu metabolisme tubuh yang berarti mengganggu pula ibadah seseorang.
Dalam Islam, berlebih-lebihan dalam segala sesuatu adalah tercela dan dilarang. Untuk masalah makanan dan minuman, Allah telah memperingatkan dalam firman-Nya “Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” [Al-A’raf : 31]
Salah satu yang perlu diwaspadai saat seseorang mulai berlebihan dalam urusan makan yakni peningkatan kadar gula darah yang sering tidak disadari.
Saat ini mungkin sulit bagi sebagian besar orang menghitung berapa kadar gula yang masuk dalam satu hari. Gula senantiasa hadir di dalam makanan meski seseorang tidak mengasupnya secara langsung. Nasi, roti dan sumber karbohidrat adalah makanan mengandung gula yang turut meningkatkan gula darah seseorang
Bila konsumsi gula kelewat banyak, sementara energi yang dibutukan tak sebanding, maka gula tidak dibakar sempurna. Alhasil glukosa meningkatkan gula darah dan juga ditumpuk menjadi lemak. Hal ini bisa berdampak buruk untuk kesehatan dan menyebabkan berbagai penyakit.
Karena itu perlu diwaspadai agar gula tetap dalam batas wajar. Berikut beberapa tanda yang bisa menjadi peringatan jika kehadiran gula di tubuh sudah berlebihan
1. Gerakan tubuh melambanGula penting untuk kebutuhan energi. Namun bila dikonsumsi tidak terkendali efeknya malah bisa menurunkan tingkat energi. Hal ini akan membuat seseorang merasa lelah, mengantuk, dan mungkin beraktivitas lebih lamban dari biasanya. Waspada bagi yang memiliki aktifitas berkendara. Jika mengantuk, bisa jadi karena kelebihan asupan gula.
2. Menambah berat badan dan memicu kembungGula memang dibutuhkan tapi bukan nutrisi seperti protein ataupun serat yang dapat mengatur pencernaan serta membantu fungsi lainnya. Gula sangat tinggi kalori namun minim gizi, sehingga bisa membuat berat badan naik dan merasa kembung. Gula juga meningkatkan kadar insulin dalam tubuh berisiko menciptakan resistensi sehingga sulit melawan kenaikan berat badan.
3. Merusak selera terhadap gulaKelebihan asupan gula atau makanan manis bisa merusak selera seseorang terhadap rasa. Jika terlalu banyak, seseorang malah tidak akan menyukai makanan manis atau gula, dan akan berdampak dalam jangka yang panjang.
4. Mengalami gejala kabut otakTerlalu banyak gula dapat menyebabkan kadar gula darah naik dan dapat dikaitkan dengan gejala brain fog atau kabut otak. Kabut otak merupakan masalah kelelahan mental yang kadang terjadi. Gangguan otak ini dapat menghambat kemampuan berpikir seseorang.
Istilah kabut otak menggambarkan kondisi dimana otak kurang bekerja maksimal seperti berkabut hingga penurunan kognitif. Jika muncul gejala seperti ini, segera batasi konsumsi gula dan makanan manis lainnya dan lebih banyak bergerak untuk memacu aliran darah naik ke otak.
5. InsomniaJika memiliki kebiasaan makan sesuatu yang manis saat larut malam ataupun setelah makan malam, mulai sekarang harus dikendalikan. Perlu diketahui tak lama setelah mengonsumsi makanan manis ataupun mengandung gula saat malam muncul reaksi 'sugar rush" dalam tubuh yang kerap membuat tubuh berkeringat.
Hal ini karena gula melepaskan energi yang tidak seimbang pada tubuh yang seharusnya beristirahat. Tentu saja malam bukan waktu meloncat-loncat, sebagai gantinya muncul gangguan susah tidur atau insomnia.
Saat produksi melatonin untuk istirahat dalam tubuh terhambat, maka jangan heran bila tidak bisa tidur nyenyak
(arp)