Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Makan dan Minuman Berkadar Gula Tinggi Tingkatkan Risiko Diabetes

fajar adhitya Jum'at, 02 Mei 2025 - 08:01 WIB
Makan dan Minuman Berkadar Gula Tinggi Tingkatkan Risiko Diabetes
Foto: Freepik.com
LANGIT7.ID-Jakarta; Selain faktor genetik dan riwayat diabetes dalam keluarga, obesitas dan gaya hidup yang tidak sehat juga dapat berkontribusi pada perkembangan penyakit diabetes melitus tipe 2, jenis diabetes yang paling sering ditemukan.

Menurut informasi yang disiarkan di laman resmi Kementerian Kesehatan, diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah dalam tubuh akibat resistensi insulin atau produksi insulin yang tidak adekuat.

dr. Fatih Anfasa, MSc, PhD, Sp.PD menyampaikan bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman dengan kadar gula tinggi bisa meningkatkan risiko terkena diabetes melitus tipe 2.

Selain itu, kebiasaan mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak dan garam tinggi bisa memicu obesitas.

Dokter Fatih menyampaikan bahwa obesitas dapat memicu munculnya diabetes melitus tipe 2. Ini terjadi karena lemak tubuh yang berlebih dapat mengganggu kerja hormon insulin dalam tubuh.

Oleh karena itu, dokter spesialis penyakit dalam lulusan Universitas Indonesia tersebut menyarankan pengukuran berat badan dan evaluasi peningkatan berat badan secara berkala untuk mencegah obesitas.

Jadi, sebaiknya mengendalikan konsumsi makanan cepat saji serta makanan dan minuman dalam kemasan yang memiliki kadar gula, lemak, dan garam tinggi agar terhindar dari risiko kena diabetes melitus tipe 2.

Di samping pola makan yang tidak sehat, kebiasaan merokok dan pola hidup minim aktivitas fisik juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami diabetes melitus tipe 2.

"Ada juga faktor turunan, jadi kalau memang orang tuanya itu misalnya memiliki diabetes, mereka juga pada umumnya memiliki risiko lebih besar dibandingkan orang yang tidak memiliki diabetes," ujar dokter Fatih, yang praktik di Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (MMC) Jakarta.

"Memang ada itu diabetes itu bisa disebabkan oleh faktor keturunan. Namun itu tidak terpengaruh dengan jenis kelamin, jadi maksudnya apakah dari ayah ke anak perempuan atau dari ibu ke anak laki-laki jadi dari keduanya sama saja," ujarnya.

Dokter Fatih mengingatkan bahwa penyakit diabetes melitus dapat terjadi pada siapa saja dan penderitanya harus terus menjalani pengobatan untuk mengontrol kadar gula dalam darah.

"Selama gula darah terkontrol, maka penderita diabetes ini juga sebetulnya bisa hidup berdampingan dengan kualitas kehidupan yang baik tentunya," ujarnya.(*)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
TOPIK TERPOPULER
Terpopuler 0 doa
4 snbt
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)