LANGIT7.ID, Jakarta - Pandemi Covid-19 menyebabkan perubahan tren pada dunia ketenagakerjaan dan wirausaha. Di mana digitalisasi dalam industri menjadi semakin insentif digunakan dan mempengaruhi dunia kerja.
Kepala Badan Pengembangan dan Penelitian Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informatika, Hary Budiarto mengatakan, perubahan tersebut juga mempengaruhi dunia pendidikan, seperti Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta yang telah membekali anak didiknya dengan keahlian pengembangan ekonomi kreatif di tanah air.
“Lulusan STMM telah dibekali keahlian di bidang ilmu komunikasi, multimedia dan penyiaran yang sesuai dengan pengembangan ekonomi kreatif,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/9).
Baca juga: Tips Buka Toko Online Bisa Langsung LarisSTMM sebagai perguruan tinggi negeri di bawah Kominfo juga berfokus dalam penyiapan SDM digital. Sehingga lulusannya dibekali keahlian untuk pengembangan ekonomi kreatif, antara lain meliputi subsektor desain, video dan fotografi, permainan interaktif, periklanan, teknologi informasi, televisi dan radio.
Apalagi, sub sektor industri kreatif yang berkaitan dengan dunia digital berpeluang sangat besar untuk terus berkembang di era modern saat ini. Selain itu, industri digital di Indonesia semakin hari juga terus mengalami perkembangan yang cukup pesat.
Berdasarkan laporan Google, Temasek dan Bain Company dalam
e-Conomy SouthEast Asia (e-conomy SEA), Indonesia diketahui telah menjadi negara dengan nilai transaksi ekonomi digital tertinggi di Asia Tenggara. Adapun besaran transaksi tersebut mencapai angka USD44 miliar, yang bahkan pada 2025, nilai itu diprediksi mampu mencapai USD124 miliar atau senilai dengan Rp1.748 triliun (kurs Rp14.100).
”Hasil studi Badan Litbang SDM Kominfo juga menunjukkan terjadi adanya kesenjangan (mismatch) antara skill yang menjadi kebutuhan industri dengan skill yang dihasilkan dari institusi pendidikan. Kesenjangan tersebut disebabkan karena ketidakcocokan kualitas maupun ketidakcocokan bidang,” ujarnya.
Ia berharap, gelar akademik yang disematkan pada setiap wisudawan dan wisudawati STMM, dapat memiliki tanggung jawab yang lebih besar dalam membangun masyarakat, bangsa dan negara. Selain itu, ia juga meminta para lulusan STMM dapat memberikan komitmen yang tinggi untuk berkarya dan berkontribusi.
Lebih lanjut, Budiarto berpesan, agar lulusan STMM dapat terus menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, sehingga menjadi SDM Indonesia yang berkarakter, cepat tanggap, cerdas, dan berakhlak mulia.
"Jadilah generasi masa depan yang mencerahkan. Marilah kita bergandeng tangan, berkolaborasi mewujudkan visi besar Indonesia semakin digital, semakin maju,” paparnya.
Data dari
World Economic Forum pada 2020 menunjukkan Indonesia memiliki modal besar dengan 60,6 persen proporsi populasi aktif di Indonesia yang memiliki keterampilan digital. Untuk itu, pihaknya menyiapkan transformasi STMM bisa beralih menjadi Institut Digital Nasional (IDN-U) yang akan menjadi
center of excellence dan pusat riset unggulan.
“Hal itu dilakukan dalam rangka pengembangan talenta digital nasional dengan fokus studi pada teknologi digital, ekonomi digital, komunikasi dan media digital serta tata kelola dan regulasi digital,” jelas Hary.
Baca juga: Kemenkop UKM Apresiasi Pecinta Alam Dorong Kebangkitan Ekonomi di PelosokSelain itu, STMM juga tengah menyiapkan pembukaan Program Pascasarjana Vokasi Kedinasan. Melalui kerangka pengembangan kependidikan sesuai dengan peta jalan transformasi digital Indonesia, yaitu masyarakat digital, ekonomi digital, dan pemerintahan digital.
“STMM yang menjadi IDN-U kedepannya akan dibuka di 9 kota besar, dengan format pendidikan 70 persen pengalaman lapangan, dan 30 persen teori. Nantinya akan diajarkan oleh pengajar dari universitas international dan para dosen yang berasal dan mempunyai pengalaman di industri dan penelitian,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua STMM Yogyakarta, Noor Iza menyebutkan, wisuda pada 2021 ini diikuti 122 mahasiswa dari tiga jurusan yang terdiri dari 6 program Studi. Adapun sekitar 27 persen wisudawan sudah terserap di dunia kerja.
Berdasarkan keterangannnya 122 wisudawan itu telah menempuh sebanyak 144 sampai 148 SKS dengan muatan 40 persen teori dan 60 persen praktik bagi Program Diploma IV. Serta 60 persen teori dan 40 persen praktik bagi Program Strata 1.
“Dari 122 wisudawan, setidaknya 33 orang atau sekitar 27 persen wisudawan telah terserap ke dalam dunia kerja, baik perusahaan swasta, instansi pemerintah, maupun industri kreatif dan wirausaha,” jelasnya.
(zul)