LANGIT7.ID-, Jakarta- - Nicola Coughlan, bintang serial Netflix Bridgerton berhasil mengumpulkan USD1,9 juta atau sekira lebih dari Rp31 miliar dalam upaya penggalangan dana untuk bantuan ke Palestina. Aksi tersebut dilakukannya selama 7 bulan terakhir.
Dilansir dari thenewarab.com, pada 24 Mei, Coughlan mengatakan bahwa penggalangan dana sebelumnya telah mengumpulkan sekira USD89.000 untuk bantuan medis bagi Palestina.
Melihat respons yang begitu baik ini, ia pun memulai aksi penggalangan dana berikutnya yang diberi nama Palestine Children’s Relief Fund (PCRF), khusus untuk anak-anak korban serangan Israel di Palestina.
Melalui akun instagram pribadinya, aktris asal Irlandia itu mengawali aksinya dengan mengunggah pengumuman di Instagram Stories. Isi unggahannya yakni meminta orang-orang untuk terus membagikan tautan donasi.
“Saya sempat kewalahan dengan jumlah penggalangan dana ini, dan saya sangat berterima kasih kepada semua orang yang telah membagikannya. Silakan terus lakukan jika Anda bisa,” tulisnya dalam postingan tersebut.
Tercatat ada lebih dari 82.000 orang menyumbang pada penggalangan dana PCRF tersebut. Sumbangan ini nantinya akan berkontribusi terhadap makanan, air, pakaian, perawatan medis dan bantuan penting lainnya untuk anak-anak di Palestina.
Bintang Netflix tersebut telah menggunakan akun Instagram-nya untuk mengkampanyekan hak-hak dan bantuan Palestina selama berbulan-bulan. Ia menyerukan para pengikutnya untuk mendukung kampanye penggalangan dana tersebut.
Tak hanya lewat akun media sosial, Coughlan juga melakukan kampanye terkait isu serangan Israel ke Palestina dengan menyematkan pin bertuliskan “Artists for Ceasefire” pada busana yang dikenakannya, saat ia diwawancara media Amerika kala mempromosikan serial yang dibintanginya.
Untuk diketahui, pin tersebut telah dikenakan oleh sejumlah seniman dan kreatif yang menuntut agar Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyerukan gencatan senjata segera di Gaza.
Coughlan mengatakan bahwa dia memakai pin tersebut untuk membantu melakukan apa yang dia bisa untuk meningkatkan kesadaran.
“Saya melakukan pekerjaan impian saya dan akan berkeliling dunia, namun saya sangat menyadari apa yang terjadi di Rafah saat ini,” katanya penuh semangat.
Coughlan mengungkapkan bahwa keluarganya tinggal di Yerusalem pada akhir tahun 1970an, karena ayahnya adalah bagian dari Organisasi Pengawasan Gencatan Senjata PBB, yang mendukung upaya untuk menengahi perdamaian di Timur Tengah.
Ia menegaskan bahwa dia merasa “sangat bersemangat” untuk meningkatkan kesadaran dan dana bagi orang-orang yang membutuhkan
(ori)