Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 09 Mei 2026
home global news detail berita

Teknologi HPC Mampu Perkuat Sistem Peringatan Dini Multi Bencana

Muhajirin Sabtu, 10 Juli 2021 - 14:53 WIB
Teknologi HPC Mampu Perkuat Sistem Peringatan Dini Multi Bencana
Ilustrasi Teknologi High Performance Computing (HPC). Foto: ge.com
LANGIT7.ID, Jakarta - Teknologi High Performance Computing (HPC) diyakini mampu memperkuat sistem peringatan dini multi bencana di Indonesia. Teknologi super komputer ini akan menjadikan sistem peringatan dini jauh lebih cepat, tepat, dan akurat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan meningkatkan teknologi HPC tersebut. BMKG melibatkan Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS), Meteorology Early Warning System (MEWS), dan Climate Early Warning System (CEWS).

"Dalam waktu dekat kami berencana mengimplementasikan HPC dengan skala lebih dari dua PetaFlops," ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangan persnya di Jakarta, Sabtu (10/7/2021).

Dia menyatakan super komputer berbasis teknologi HPC Dwikorita sangat penting dalam sistem peringatan dini kebencanaan. Sistem ini akan menganalisis berbagai kompleksitas dan ketidakpastian dalam fenomena cuaca, iklim, tektonik dan kegunungapian.

Terlebih lagi, hampir semua wilayah berpotensi terjadinya bencana alam. Hal itu karena letak geografis Indonesia yang dikontrol oleh lempeng-lempeng tektonik aktif dan dikelilingi oleh cincin api. Belum lagi potensi bencana hidrometrologis yang dipicu oleh perubahan iklim global yang juga tidak boleh dikesampingkan.

Karena itu, Indonesia harus mengupgrade sistem peringatan dini untuk mewujudkan Zero Victims atau nol korban. Syaratanya, manajemen kebencanaan yang terdiri dari upaya pencegahan, mitigasi, tanggap darurat, dan pemulihan harus berjalan dengan baik.

Berdasarkan data selama periode Juni 2021, terjadi 889 gempabumi di Indonesia yang terdiri dari 850 gempa magnitudo berkekuatan kurang dari 5. Kemudian 39 kali gempabumi dengan magnitudo di atas 5, dan gempabumi yang dirasakan terjadi 70 kali, sedangkan gempa merusak terjadi dua kali.

Sementara dalam kurun waktu tahun 1800-2018, Indonesia diterjang sebanyak 99 kali tsunami. Selain ancaman tsunami, ada juga ancaman kebakaran hutan, banjir bandang, siklon tropis, kekeringan yang panjang dan lain sebagainya.

BMKG juga mengajak seluruh negara untuk berkolaborasi dalam hal riset dan inovasi teknologi untuk mitigasi kebencanaan di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika. Nantinya, hasil riset tersebut dapat menjadi bahan perumus kebijakan pencegahan dan penanggulangan bencana di masing-masing negara, serta untuk mengakselerasi inovasi Teknologi di Bidang Kebencanaan.

Di bidang meteorologi, BMKG menginginkan adanya riset prakiraan cuaca dengan tingkat akurasi yang mencapai lebih dari 95 persen dengan resolusi tinggi untuk tingkat desa. Selain itu, ada prediksi terjadinya bencana sedini mungkin hingga beberapa hari atau beberapa minggu sebelum peristiwa terjadi.

Di bidang klimatologi, perlu ada riset prediksi iklim atau prediksi musim untuk wilayah Asia Tenggara dengan akurasi prediksi iklim mencapai 90 persen lebih. Serta proyeksi iklim untuk beberapa puluh tahun ke depan hingga akhir abad ini, juga modeling kualitas udara dan gas rumah kaca dengan resolusi dan akurasi tinggi.

Di bidang geofisika, MKG berharap ada riset bersama untuk membuat pemodelan tsunami non tektonik atau tsunami atipikal dan sistem peringatan dininya.

(jak)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 09 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:48
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)