LANGIT7.Id, Jakarta - - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) berupa rumah khusus (rusus) di Kabupaten Lembata dan Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pembangunan rusus ini merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk memulihkan kerusakan pascabencana banjir dan longsor.
Kepala Satuan Tugas Pelaksana Penanggulangan Bencana NTT dan NTB Widiarto, mengatakan saat ini sedang dilakukan pembangunan huntap yang tersebar di Kabupaten Lembata dan Kabupaten Flores Timur.
Baca juga:
Tambak Udang KKP di Aceh Timur Ciptakan Multiplier Effect"Sebanyak 700 unit rusus dibangun di 3 lokasi di Kabupaten Lembata yaitu Waesesa (173 unit, progres 77,14 persen), Tanah Merah (294 unit, progres 38,80 persen), dan Podu (233 unit, progres 8,9 persen)," kata Widiarto dalam keterangannya, Kamis (9/9).
Sementara itu, pembangunan rusus sebanyak 300 unit di Kabupaten Flores Timur juga dilakukan di 3 lokasi, yaitu Oyangbarang (50 unit, progres 84,9%), Saosina (195 unit, progres 20,61%), dan Nelelamadike (55 unit, progres 7,6%). "Sampai saat ini, progres fisik konstruksi secara keseluruhan telah mencapai 39,65 persen," tuturnya.
Direktur Rumah Khusus Direktorat Jenderal Perumahan Yusniewati, menjelaskan pembangunan rusus dilakukan dengan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) Type 36, yaitu teknologi konstruksi knock down yang dapat dibangun dengan waktu cepat dengan menggunakan panel beton bertulang pada struktur utamanya.
Baca juga:
KemenkopUKM Resmikan Pembukaan Festival UKM 2021, Teten: Target UMKM Naik KelasDalam prosesnya, lanjut Yusniewati, lingkup pekerjaan mencakup 3 bagian yaitu struktur (pondasi, kolom balok, rangka atap), arsitektur (lantai, dinding, pintu, jendela, penutup atap, plafond, toilet, dapur, aksesoris), serta MEP dan utilitas (utilitas, kelistrikan, pemipaan air), dan dilengkapi dengan sarana prasarana dasar (jalan lingkungan, drainase dan air bersih).
"Kita membangun huntap ini dengan pendekatan build back better and safer, tidak sekadar membangun kembali, tetapi membangun lebih baik dan lebih aman dari sebelumnya," ucap Yusniewati.
Baca juga:
Keluar dari ASN, Muslim Ini Sukses Bisnis Perkayuan
Baca juga:
Indonesia-China Sepakat Gunakan Yuan Saat Jual-Beli(asf)