LANGIT7.ID, - Klaster tambak udang vaname di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh yang dibangun oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil menciptakan multiplier effect di bidang pariwisata. Tak hanya itu, tambak udang vaname juga mendongkrak ekonomi masyarakat dan menjadi sarana edukasi budidaya yang modern dan ramah lingkungan.
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, tambak udang vaname ini sudah berhasil panen sebanyak 25 ton dengan nilai Rp1,8 miliar.
"Pemerintah membangun klaster tambak ini untuk meningkatkan produktivitas, sehingga kesejahteraan masyarakat jadi naik. Target saya bagaimana indeks kesejahteraannya meningkat 140. Dengan demikian maka kesejahteraan masyarakat petambak akan meningkat," kata Menteri KKP saat meninjau klaster tambak udang vaname berkelanjutan di Desa Matang Rayeuk seperti dikutip Rabu (8/9).
Kawasan tambak terdiri dari sembilan petak dengan luasan masing-masing 1.800 meter persegi. Setiap tambak juga dilengkapi dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan tandon air.
Tambak-tambak tersebut, lanjut Menteri Trenggono, awalnya dikelola secara tradisional oleh masyarakat. Kemudian melalui program KKP, tambak direvitalisasi menjadi tambak udang model klaster dengan produktivitas yang jauh lebih tinggi dibanding sebelumnya.
"Melalui program revitalisasi ini, kami menargetkan peningkatan hasil panen udang vaname dari rata-rata 0,6 ton per hektar menjadi 2 ton per hektar. Ini salah satu strategi KKP untuk mencapai target produksi udang nasional sebanyak 2 juta ton per tahun pada 2024," ujarnya.
Baca juga:
KKP Dukung Papua Barat sebagai Provinsi Konservasi"Kami berharap masyarakat serius mengelola dan memelihara tambak-tambak ini, karena hasilnya juga untuk masyarakat. Ini aset mereka, kami hanya menginstal infrastruktur, sarana, dan memberikan pendampingan teknis," tambahnya.
Ketua Pokdakan Rahmat Rayeuk, Zakaria Husein, mengakui perubahan besar yang dirasakan masyarakat dengan hadirnya klaster tambak percontohan di Matang Rayeuk. Menurutnya, produktivitas tambak naik drastis.
"Alhamdulillah, dengan adanya klaster tambak ini hasilnya lebih-lebih. Tadinya panen hanya sekitar 500 sampai 800 kilo, sekarang bisa 2 ton lebih per petak. Tambak sekarang kan modern pakai teknologi," ujar Zakaria.
Hadirnya klaster tambak percontohan di Matang Rayeuk juga menciptakan multiplier effect. Pantai-pantai di sekitar tambak kini menjadi obyek wisata yang ramai dikunjungi masyarakat. Hal ini menciptakan peluang usaha bagi warga sekitar, seperti berjualan aneka makanan dan minuman.
Saat ini, KKP sedang membangun lagi klaster tambak udang vaname seluas 3.000 meter persegi dengan total delapan petak di Desa Paya Gajah, Aceh Timur. Pembangunan tambak dijadwalkan selesai pada November 2021 dan ditargetkan dapat memproduksi 34,5 ton per hektare per tahun.
(sof)