LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono, menyampaikan tiga inisiasi program kepada Duta Besar Denmark HE Mr. Lars Bo Larsen untuk memperkuat kerja sama sektor kelautan dan perikanan. Program ini sebagai tindak lanjut kunjungan Menteri KKP ke Denmark pada 27-28 Oktober yang lalu.
Tiga inisiasi program kerja sama yang disampaikan tersebut berupa pembangunan kapal berbasis teknologi ramah lingkungan dalam bentuk kapal pengawas, kapal penyedia transportasi antar pulau, dan pengembangan pelabuhan perikanan yang bersih dan higienis.
Menteri Trenggono menyebut Denmark menjadi salah satu benchmark Indonesia dalam pemanfaatan tenaga listrik untuk transportasi laut. Pemanfaatan tenaga listrik untuk kapal perikanan ini sejalan dengan prinsip ekonomi biru, dan inovasi tersebut bersifat ramah lingkungan dan cukup efektif mengurangi emisi.
Baca juga:
KKP Berhasil Kembangkan Teknologi Budidaya Lobster"Pengalaman Denmark dalam membangun kapal bertenaga listrik berpotensi untuk dikerjasamakan yang saling menguntungkan bagi kedua negara, khususnya pengembangan tenaga listrik untuk kapal perikanan dan inovasi dan teknologi yang ramah lingkungan, lebih efisien, dan hemat energi," ujar Menteri Trenggono seperti dikutip Rabu (10/11).
Menteri KKP juga mengapresiasi perkembangan kerja sama maritim Indonesia-Denmark yang menyepakati pelaksanaan tiga kegiatan, yaitu Marine Spatial Planning (MSP), Green Maritime Practices, dan Training and Safety of Fishing Vessel and Seafarers.
"Indonesia dan Denmark memiliki karakter yang sama sebagai negara maritim dengan banyak pulau yang memerlukan konektivitas laut," kata Menteri Trenggono.
Baca juga:
Menteri KKP akan Terapkan Kebijakan Perikanan Berbasis KuotaSelain itu, Menteri Trenggono menyambut baik rencana penyelenggaraan Technical Webinar "Sharing Best Practices on Marine Spatial Planning (MSP) pada tanggal 14 Desember mendatang. Ia mengharapkan dapat dirumuskan kegiatan konkret kerja sama antar dua negara.
"KKP menyambut baik jika Pemerintah Denmark dapat memberikan dukungan hibah untuk studi komprehensif terkait pengembangan investasi perikanan dan tantangan logistik terkait rantai dingin produk perikanan di Indonesia," ungkapnya.
Menanggapi pernyataan Menteri Trenggono, Dubes Lars Bo Larsen menegaskan bahwa pihaknya akan mendukung penuh inisiasi program dan poin-poin yang akan dibahas dalam Webinar MSP 14 Desember nanti.
"Kami akan mendukung penuh Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan, apalagi berkaitan dengan penerapan ekonomi biru, mengedepankan kesehatan laut," ucap Dubes Lars.
(sof)