LANGIT7.ID-, Jakarta- - Josep Borrell, pejabat tertinggi urusan luar negeri Uni Eropa, baru-baru ini mengumumkan rencana yang cukup mengejutkan. Ia berniat mengusulkan sanksi terhadap beberapa pejabat pemerintah Israel yang dianggap mendukung aksi kekerasan para pemukim Yahudi di wilayah Tepi Barat.
Apa yang memicu usulan ini? Ternyata, baru-baru ini terjadi serangan mematikan di sebuah desa Palestina di Tepi Barat. Borrell menyatakan bahwa hampir setiap hari, para pemukim Israel melakukan kekerasan di wilayah yang sebenarnya masih dalam sengketa ini. Yang lebih mengkhawatirkan, mereka seolah-olah bisa lolos dari hukuman.
"Pemerintah Israel harus segera menghentikan tindakan yang tidak bisa diterima ini," tegas Borrell. Ia menambahkan bahwa aksi-aksi kekerasan ini bisa menghancurkan harapan terciptanya perdamaian di wilayah tersebut.
Baca Juga:
Aksi Besar Pro-Palestina Siap Sambut Kamala Harris di Konvensi DemokratNamun, rencana Borrell ini tidak akan mudah dilaksanakan. Untuk menjatuhkan sanksi, dibutuhkan persetujuan dari seluruh 27 negara anggota Uni Eropa. Sayangnya, negara-negara ini masih terpecah dalam menyikapi konflik Israel-Palestina.
Sementara itu, Amerika Serikat juga ikut mengecam serangan terhadap desa Jit di dekat Nablus. Dalam insiden tersebut, satu warga Palestina tewas dan satu lainnya terluka. Bahkan Presiden Israel, Isaac Herzog, menyebut serangan itu sebagai "pogrom" atau kekerasan massal terhadap kelompok minoritas.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan akan menindak tegas para pelaku kekerasan. Namun, banyak pihak meragukan keseriusan pemerintahannya. Pasalnya, Netanyahu berkuasa dengan dukungan partai-partai sayap kanan yang justru mendukung pembangunan lebih banyak pemukiman Yahudi di Tepi Barat.
Perlu diingat, pemukiman Israel di Tepi Barat sebenarnya dianggap ilegal oleh hukum internasional. Meski begitu, jumlah pemukiman ini terus bertambah, bahkan mencapai rekor baru belakangan ini.
Situasi di Tepi Barat semakin memanas sejak pecahnya perang di Gaza pada 7 Oktober lalu. Ratusan warga Palestina di Tepi Barat dilaporkan tewas, baik oleh serangan tentara Israel maupun pemukim Yahudi.
Dengan meningkatnya ketegangan, langkah Uni Eropa ini bisa menjadi titik penting dalam upaya mencari solusi damai konflik yang sudah berlangsung puluhan tahun tersebut.
(lam)