LANGIT7.ID, Jakarta - Memperingati Hari Koperasi ke-74. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) mencanangkan perubahan koperasi yang mengikuti perkembangan zaman saat ini.
Badan koperasi yang saat ini dinilai masih tertinggal dan tidak menarik minat banyak orang. Padahal, bantuan dari masyarakat melalui infak dan sedekah yang disalurkan ke badan koperasi, akan diberikan lebih menyasar kepada masyarakat kurang mampu.
Sekretaris Kemenkop UKM Arif Rahman Hakim, mengatakan modernisasi pada tubuh koperasi perlu dilakukan. Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi yang menganjurkan perlunya inovasi dan modernisasi koperasi.
Arif menuturkan, saat ini pemerintah merencanakan pengembangan ekonomi Indonesia dalam lima tahun ke depan yang tertuang dalam RPJMN 2020-2024. Selain itu, pemerintah juga menargetkan peningkatan kontribusi PDB koperasi terhadap PDB nasional sebesar 5,5 persen, dan pengembangan 500 koperasi modern pada tahun 2024.
“Target ini sekaligus menjadi sebuah rebranding koperasi sebagai entitas bisnis yang modern, kontributif, dan kompetitif. Antara lain, pengembangan model bisnis koperasi melalui korporatisasi pangan, penguatan kelembagaan dan usaha anggota koperasi, pengembangan Factory Sharing dengan kemitraan terbuka, dan pengembangan Koperasi Multi Pihak, dimana koperasi yang memiliki minimal dua jenis kelompok anggota yang berbeda, untuk mengagregasi kepentingan serta memberi manfaat yang wajar dan berkeadilan," ujar Arif dalam webinar Hari Koperasi ke-74 Tahun 2021, Sabtu (10/7).
Tak hanya itu, pemerintah juga mendukung inovasi pada koperasi yang salah satunya melalui digitalisasi. Menurutnya, melalui digitalisasi diharapkan dapat mengubah karakteristik koperasi di Indonesia yang jumlahnya cukup banyak tapi masih dengan skala usaha kecil. Koperasi saat ini, lanjut Arif, juga masih kurang dalam inovasi dan belum berdaya saing.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur Koperasi Syariah Benteng Miko Indonesia (Kopsyah BMI) Kamaruddin Batubara mengatakan, pihaknya akan melakukan langkah bersama untuk memperkuat koperasi yang membangun kesejahteraan umum.
Menurutnya, koperasi modern saat ini menjadi terminologi di masyarakat. Diperlukan adanya langkah nyata yang bisa meyakinkan masyarakat terhadap modernisasi koperasi. Sehingga, hal ini tidak hanya dianggap sebagai suatu narasi kosong.
Kamaruddin mengatakan, koperasi saat ini merupakan bentuk koperasi modern. Pasalnya, pendekatan yang dilakukan sudah menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Ia mengungkapkan terminologi koperasi modern adalah koperasi yang mampu beradaptasi dengan zaman.
“Koperasi modern paling tidak memiliki beberapa dimensi. Perkembangan teknologi informasi salah satu yang memberi dampak luar biasa pada aspek ekonomi, sosial, budaya, pemerintahan, politik dan lainnya. Kita juga harus bijak menghadapinya, tentu dengan tidak menghilangkan prinsip dan nilai koperasi,” terangnya.
Menurutnya, koperasi juga harus bisa menyasar kepada generasi Y dan Z, yang menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2020 menguasai struktur demografi Indonesia mencapai hingga 53,81 persen.
“Kopsyah BMI sendiri memiliki gerakan seribua dan dua ribu rupiah per minggu yang bisa kita kumpulkan hingga ratusan juta rupiah per bulan. Jika gerakan ini didukung penuh, maka pemerataan ekonomi berkeadilan akan terwujud. Apalagi jika koperasi memiliki banyak anggota, maka akan semakin baik,” ujarnya.
(zul)