LANGIT7.ID, Jakarta - Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) menggelar istighosah untuk memperkuat imunitas batiniah ummat Islam.Masjid Istiqlal mengajak umat Islam merutinkan istighotsah dan shalawat bersama setiap malam Jumat.
"Malam Jumat yang penuh kemuliaan ini, insyaallah kita menggelorakan malam Jumat di Masjid Istiqlal ujar Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar dalam ceramahnya kemarin malam.
Istighosah berlangsung khidmat di ruang ibadah utama lantai satu Masjid Istiqlal. Masyarakat juga bisa mengikuti istighotsah secara daring via Youtube dan zoom.
Melihat limpahan manfaat dari kegiatan ini, KH Nasaruddin mengajak jamaah untuk memakmurkan malam Jumat di Masjid Istiqlal. Malam Jumat, katanya adalah malam yang penuh kemuliaan.
"Banyak hadits Rasulullah SAW yang menganjurkan kita untuk banyak dzikir, tadarus, membaca Yaasin atau Al-Kahfi, atau amalan lain yang bisa membasahi batin kita," jelasnya.
Kegiatan istighotsah dan shalawat bersama juga dilangsungkan sebagai wujud syukur atas kenikmatan yang Allah subhanahu wata’ala limpahkan. "Salah satu inti malam ini adalah syukuran dan berdoa, ada beberapa yang perlu kita ingat, (kita bersyukur karena) DKI Jakarta per hari kemarin sudah mencapai tingkat penurunan (penyebaran virus Covid-19)."
"(Adapun harapan lain) melalui doa bersama kita pada malam ini, (semoga setiap rencana mulia yang dilakukan di Masjid Istiqlal) bisa dimudahkan oleh Allah SWT," tambahnya.
Istiqlal bershalawat dan beristighotsah ini berjalan dengan khidmat dengan dibacakannya QS Yaasin oleh Ust. Qadarasmadi Rasyid, S.Hum, Qishatul Maulid Ad-Dibai oleh Ust. Muhammad Amin Sabarudin, dan doa yang dibacakan oleh KH. A. Rofi'uddin Mahfudz, M.Ag.
Kemudian diikuti oleh Imam Besar Masjid Istiqlal, para Imam dan Muadzin Masjid Istiqlal, segenap jajaran pimpinan BPMI, seluruh pengurus BPMI, serta para jamaah Masjid Istiqlal.
Tuntunan IstighotsahMengutip NU Online, Istighotsah berasal dari kata al-ghauts (الغَوْث) yang berarti pertolongan. Jadi istighotsah berarti thalab al-ghauts (طَلَبُ الغَوْثِ) atau meminta pertolongan. Menurut para ulama, istighotsat berarti memohon pertolongan di kala kesulitan.
Dalam Surat al-Anfal ayat 9 disebutkan:
إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَYang artinya: “(Ingatlah wahai Muhammad), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” (QS al-Anfal: 9).
Ayat ini menjelaskan peristiwa ketika Nabi Muhammad SAW memohon bantuan dari Allah. Saat itu beliau berada di tengah berkecamuknya perang badar di mana kekuatan musuh tiga kali lipat lebih besar dari pasukan Islam, kemudian Allah mengabulkan permohonan Nabi dengan memberi bantuan pasukan tambahan berupa seribu pasukan malaikat. Dalam Surat Al-Ahqaf ayat 17 juga disebutkan:
وَهُمَا يَسْتَغِيثَانِ اللَّهَ Yang artinya: “Kedua orang tua memohon pertolongan kepada Allah” (QS al Ahqaf:17).
Dalam hal ini, memohon pertolongan Allah atas kedurhakaan sang anak dan keengganannya meyakini hari kebangkitan, dan tidak ada cara lain yang dapat ditempuh oleh keduanya untuk menyadarkan sang anak kecuali memohon pertolongan dari Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.
(jqf)