LANGIT7.ID - Shalat dhuha adalah salah satu shalat sunnah yang disyariatkan, shalat dhuha dapat dikerjakan mulai dari jam 08:00 pagi hingga 11:00 siang. Dalam banyak hadits shahih, Rasulullah biasa mengerjakan shalat dhuha setelah pulang dari perjalanan.
Sementara Aisyah rutin mengerjakannya dan tidak dilarang oleh Rasulullah. Dalam hadits shahih Bukhari dikatakan: Dari Aisyah Ra ia berkata: "Aku tidak melihat Rasulullah SAW melaksanakan shalat dhuha, tetapi aku suka melakukannya." (HR al-Bukhari, 1: 204).
Baca Juga: Pengertian dan Keutamaan Sunnah, Harus Diterapkan Setiap MuslimHadits ini menunjukkan disyariatkannya shalat Dhuha, karena pengamalan Aisyah tentu saja sepengetahuan Nabi dan Nabi tidak melarangnya. Ini menunjukkan bahwa shalat Dhuha adalah sunnah taqririyah, yaitu pengamalan seseorang yang tidak ditegur oleh Nabi.
Selain sunnah taqririyyah, shalat dhuha juga memiliki banyak keistimewaan. di antara keistimewaan tersebut, yaitu dalam suatu hadits dijelaskan bahwa pada diri manusia itu ada 360 tulang atau sendi. Sabda Nabi SAW: “Coba setiap tulang itu sedekahkan, para shahabat mengatakan: “Siapa orang yang akan kuat melaksanakannya?” Sabda Nabi SAW: “Dengan membuang sampah dari masjid atau membuang kotoran dari masjid atau dengan melaksanakan shalat dhuha minimal dua rakaat.”
Baca Juga: Manfaat Shalat Tahajud, Karier Melesat Rezeki BerlimpahHadits ini menunjukkan bahwa shalat dhuha itu adalah merupakan wujud syukur kita kepada Allah yang telah menciptakan manusia dengan sempurna yang memiliki 360 tulang atau sendi. Maka dengan shalat dhuha, minimal dua raka'at, sudah merupakan pelaksanaan menyedekahkan setiap tulang yang 360 itu, yaitu dengan ibadah shalat semua tulang itu telah digerakkan untuk mengabdi dan berbakti kepada Allah.
Ada juga hadits yang langsung menjelaskan keutamaan shalat dhuha, tetapi haditsnya dha'if (lemah), yaitu hadits berikut ini:
Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang shalat dhuha dua rakaat, ia tidak dituliskan/dicatat sebagai orang yang ghafilin (lalai) dan barangsiapa yang shalat empat rakaat pasti dicatat sebagai orang yang rajin beribadah, dan barangsiapa yang shalat enam rakaat maka pasti dapat menghapus dosa hari itu dan barangsiapa yang shalat delapan rakaat maka Allah akan mencatatkan dia sebagai orang taat dan barangsiapa yang shalat sepuluh rakaat maka Allah akan membangunkan untuknya tempat di surga.” (H.R. al-Thabrani dalam al-Kabir).
Hadits ini dha'if (lemah), dalam sanad al-Barraz terdapat rawi bernama Husain bin 'Atha. Ibnu Hibban mengatakan: “Dia sering salah.” (Tahdzib al-Kamal, 2: 240) Abu Hatim mengatakan: “Ia itu munkar al-Hadits.” (Mizan al-It'idal, 1: 542)
Sumber: Kitab al-Fatawa tentang Shalat Sunnah dan Shalat Jenazah, karya KH Aceng Zakaria.
Baca Juga: Doa setelah Shalat Dhuha yang Bisa Tarik Rezeki di saat Sulit(jqf)