LANGIT7.ID-
Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemuliaan, malam yang lebih baik dari seribu bulan sebagaimana firman Allah Ta’ala:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)
Banyak umat Islam yang berlomba-lomba meraih keutamaan malam ini dengan berbagai ibadah, seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berdoa, dan berzikir. Namun, ada satu amalan sederhana yang sering terlewatkan, padahal memiliki keutamaan besar dalam meraih Lailatul Qadar, yaitu
shalat Isya dan Subuh berjamaah.
Imam Asy-Syafi’i dalam kitab Al-Umm menukil perkataan para ulama Madinah serta riwayat dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma yang menyatakan:
أَنَّ إِحْيَاءَهَا يَحْصُلُ بِأَنْ يُصَلِّيَ العِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ وَيَعْزِمُ عَلَى أَنْ يُصَلِّيَ الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ“Menghidupkan Lailatul Qadar bisa dengan melaksanakan salat Isya berjamaah dan bertekad untuk melaksanakan salat Subuh secara berjamaah.”
Imam Syafi’i juga berkata dalam pendapatnya yang qadim (lama):
مَنْ شَهِدَ العِشَاءَ وَالصُّبْحَ لَيْلَةَ القَدْرِ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظِّهِ مِنْهَا“Siapa yang menghadiri salat Isya dan salat Subuh pada malam Lailatul Qadar, maka ia telah mengambil bagian dari malam tersebut.”
Baca juga: Lailatul Qadar: Dosa-Dosa Diampuni dan semua Amal Akan Dilipatgandakan Perkataan ini selaras dengan hadis Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu:
مَنْ شَهِدَ الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ قِيَامُ نِصْفِ لَيْلَةٍ وَمَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَالْفَجْرَ فِي جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ“Siapa yang menghadiri shalat Isya berjamaah, maka baginya pahala shalat separuh malam. Siapa yang melaksanakan shalat Isya dan Subuh berjamaah, maka baginya pahala shalat semalam penuh.” (HR. Muslim no. 656 dan Tirmidzi no. 221).
Hadis ini menunjukkan bahwa seorang Muslim yang menunaikan salat Isya dan Subuh berjamaah akan memperoleh pahala seperti orang yang menghidupkan malam dengan salat. Oleh karena itu, jika kita ingin mendapatkan keberkahan dan keutamaan Lailatul Qadar, maka pastikan kita tidak meninggalkan dua salat ini secara berjamaah.
Mengapa salat Isya dan Subuh Berjamaah Sangat Penting?
Salat yang Paling Berat bagi Orang Munafik Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ أَثْقَلَ صَلاَةٍ عَلَى المُنَافِقِينَ، صَلاَةُ العِشَاءِ وَصَلاَةُ الفَجْرِ“Sesungguhnya salat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah salat Isya dan salat Subuh.” (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651).
Jika salat ini berat bagi orang munafik, maka kita sebagai orang beriman harus membuktikan keimanan kita dengan menjaga salat Isya dan Subuh berjamaah.
Baca juga: Doa dan Zikir Malam Lailatul Qadar Sebagaimana Hadis Rasulullah SAW Menghapus Dosa-dosa yang Telah LaluRasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ، ثُمَّ أَتَى الْمَسْجِدَ فَصَلَّى صَلاَةَ العِشَاءِ، وَصَلاَةَ الصُّبْحِ فِي جَمَاعَةٍ، كُتِبَ لَهُ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ“Barang siapa berwudhu dengan sempurna, lalu pergi ke masjid untuk melaksanakan salat Isya dan salat Subuh berjamaah, maka dicatat baginya pahala seperti salat sepanjang malam.” (HR. Muslim no. 656).
Dengan demikian, bagi kita yang mungkin kesulitan untuk salat malam secara penuh, cukup dengan menjaga salat Isya dan Subuh berjamaah, insyaAllah akan mendapatkan pahala yang luar biasa.
Bagaimana agar istiqomah menjalankan salat isya dan subuh berjamaah?
- Niat dan Tekad yang Kuat
- Niatkan dalam hati bahwa kita ingin menjaga salat Isya dan Subuh berjamaah sebagai bentuk ibadah dan kecintaan kepada Allah.
- Tidur Lebih Awal
- Hindari begadang yang tidak bermanfaat agar tubuh tetap segar untuk bangun shalat Subuh.
Baca juga: Lailatul Qadar: Malam yang Penuh Kesejahteraan, Begini Penjelasannya - Berteman dengan Orang-orang yang Rajin Shalat Berjamaah. Lingkungan sangat mempengaruhi kebiasaan kita. Bergaullah dengan orang-orang yang selalu menjaga salat berjamaah.
- Menyadari Keutamaan dan Pahalanya
- Renungkan bahwa setiap langkah menuju masjid untuk salat berjamaah akan dicatat sebagai pahala dan akan menjadi cahaya di akhirat kelak. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
بَشِّرِ المَشَّائِينَ فِي الظُّلَمِ إِلَى المَسَاجِدِ بِالنُّورِ التَّامِّ يَوْمَ القِيَامَةِ“Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan dalam kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna di hari kiamat.” (HR Abu Dawud no. 561 dan Tirmidzi no. 223).
(mif)