LANGIT7.ID, Kendari - Dua hafidz Quran Laode Mushaf Raja Ika dan Muhammad Rafli lolos seleksi tahap awal penerimaan calon prajurit TNI. Keduanya memendam keinginan untuk bisa mengabdi kepada negara.
Plh Kapenrem 143/HO Letda Inf Rusmin Ismail mengatakan dalam seleksi penerimaan calon prajurit, Danrem 143/HO Brigjen TNI Jannie A.Siahaan tidak saja melihat kepada aspek Administrasi, Kesehatan maupun Jasmani dan Postur, namun juga capaian prestasi yang telah diperoleh calon.
Baca juga:
Tinggalkan Seleksi Porda, Muhamad Nur Akbar Pilih Jadi Prajurit TNI AD“Ada 2 orang Hafidz Quran yaitu La Ode Mushaf Raja Ika dari Kendari dan Muh Echsan dari Kolaka. Saat Sidang Parade, keduanya termasuk dari beberapa pemuda Sultra yang memiliki prestasi dan bisa menjadi nilai tambah dalam seleksi calon yang akan diberangkatkan ke Sub Panpus di Makassar,” ujar Rusmin dalam rilis yang diterima Langit7, Sabtu (11/9).
La ode Mushaf Rafli Raja Ika, merupakan anak dari Mantan Kalapas Bau-Bau (La Ode Makmur Raja Ika). Dia mampu menghafal 2 Juz. Sedangkan Muhammad Echsan, anak dari Serma Purn Kasman. Dia tidak hanya mampu menghafal Alquran, namun juga memiliki prestasi dalam MTQ yang digelar 2014 dan 2005.
"pad a2004 Muhammad Echsan jadi juara 3 MTQ Tilawah 1 Juz dan tahun 2015 memperoleh juara harapan MTQ Tilawah 1 Juz,” ujar Rusmin
Meski dengan prestasi tersebut, Rusmin mengatakan saat seleksi di Makassar keduanya tetap harus melewati pemeriksaan/ujian terkait Administrasi, Kesehatan, Jasmani dan Postur, Mental Idiologi, Kesehatan Jiwa dan Psikologi yang materinya lebih lengkap dan tentunya lebih berat dibanding dengan Sub Panda.
Baca juga:
Profil Andi Sudirman Sulaiman, Pejabat yang Berpenampilan SunnahSementara itu La Ode Mushaf Rafli Raja Ika mengatakan bahwa keinginannya untuk menjadi prajurit TNI AD dikarenakan ingin mengabdikan diri kepada negara dan bangsa serta mengangkat derajat orang tua dan keluarganya.
“Juga nanti, apabila saya berhasil menjadi prajurit TNI AD, saya ingin mewakili TNI AD dalam lomba-lomba keagamaan,” ujar Rafli.
Anak dari Marhamawati (PNS di Bappeda Kota Kendari) katakan bahwa dirinya belajar menghapal Alquran dan Kitab di salah satu pesantren sejak Januari 2021.
“Jika nanti lulus jadi prajurit, saya juga ingin terus meningkatkan hapalan dan ilmu agama,” ujarnya.
Senada dengan Rafli, saat diwawancara Muhammad Echsan pun menyampaikan bahwa motivasi dirinya untuk menjadi prajurit karena ingin mengabdikan diri untuk bangsa dan negara serta membanggakan orang tuanya.
“Juga ingin melanjutkan karir bapak, Serma Purnawirawan Kasman, mantan Babinsa di Koramil 04/Kota Kodim 1412/Kolaka,” ujar Echsan.
(sof)