LANGIT7.ID-, Jakarta- - Jakarta kini menjadi sorotan dunia olahraga internasional, membuat banyak negara lain merasa iri dengan keberhasilan Indonesia. Keputusan FIFA dan FIBA untuk membuka kantor regional di ibu kota Indonesia telah memicu kecemburuan dari berbagai penjuru dunia.
"Saya rasa banyak negara cemburu, tapi ini justru prestasi karena mereka melihat keseriusan pemerintah saat ini dan ke depan untuk membangun olahraga nasional," ungkap Erick Thohir, Ketua Umum PSSI, dalam jumpa pers di Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham, Jakarta, Kamis (19/9/2024). Pernyataan ini bukan sekadar bualan, melainkan cerminan nyata dari posisi Indonesia yang kian diperhitungkan di kancah olahraga global.
Kehadiran kantor FIFA di Menara Mandiri sejak November 2023, ditambah dengan peresmian kantor FIBA pada 17 September 2024 di Menara Reksadana, telah menempatkan Jakarta sejajar dengan kota-kota besar dunia lainnya. Hal ini jelas membuat negara-negara lain, yang mungkin telah lama mengincar posisi serupa, merasa tersaingi.
Mengapa negara lain begitu iri dengan pencapaian Indonesia? Jawabannya terletak pada beberapa faktor. Pertama, keputusan FIFA dan FIBA ini merupakan pengakuan atas potensi besar Indonesia dalam dunia olahraga. Kedua, kehadiran kantor organisasi internasional ini akan membawa dampak ekonomi yang signifikan. Ketiga, Indonesia kini memiliki posisi strategis untuk mempengaruhi kebijakan olahraga di tingkat regional. Terakhir, menjadi tuan rumah kantor organisasi olahraga terkemuka dunia meningkatkan citra Indonesia di mata internasional.
Meskipun menghadapi kecemburuan dari negara lain, Indonesia tetap fokus pada upaya memaksimalkan peluang ini. Pemerintah Indonesia, baik yang sekarang maupun yang akan datang, berkomitmen untuk menjaga momentum ini. "Tentu pemerintahan Pak Jokowi saat ini dan juga apa yang disampaikan bapak presiden terpilih pada sidang kabinet terakhir bahwa semua program yang baik harus dilanjutkan," jelas Erick, menegaskan bahwa keberhasilan ini akan terus dipupuk.
Kecemburuan negara lain semakin menjadi-jadi melihat dukungan penuh pemerintah Indonesia terhadap perkembangan ini. Menteri Hukum dan HAM, Supratman Andi Agtas, menyatakan, "Pak Erick tadi melaporkan beberapa hal terkait kegiatan, baik di kegiatan terkait PSSI maupun juga terkait Perbasi, persatuan bola basket seluruh Indonesia." Lebih lanjut, Supratman menambahkan, "Dan alhamdulillah sekali lagi beliau menyampaikan terkait dengan bagaimana kita memberikan dukungan yang optimal kepada seluruh talenta yang bisa mengangkat nama baik RI di kancah internasional." Dukungan semacam ini tentunya menjadi duri dalam daging bagi negara-negara lain yang mungkin tidak memiliki komitmen serupa dari pemerintah mereka.
Kecemburuan yang dirasakan oleh negara-negara lain terhadap Indonesia sebenarnya merupakan indikator positif. Ini menunjukkan bahwa Indonesia telah berhasil menempatkan diri sebagai pemain kunci dalam dunia olahraga internasional. Dengan terus mempertahankan momentum ini dan memanfaatkan peluang yang ada, Indonesia bisa semakin memperkuat posisinya, membuat negara-negara lain semakin iri namun juga semakin mengakui kehebatan Indonesia di kancah olahraga global.
(lam)