Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 Juli 2026
home wirausaha syariah detail berita

Bisnis Menjanjikan, Muslim Ini Raih Omzet Rp45 Juta per Panen dari Budi Daya Gurami

mahmuda attar hussein Senin, 13 September 2021 - 15:00 WIB
Bisnis Menjanjikan, Muslim Ini  Raih Omzet Rp45 Juta per Panen dari Budi Daya Gurami
Ilustrasi budi daya Ikan gurami. Foto: Langit7/Istock
LANGIT7.ID, Tulungagung - Budi daya ikan konsumsi, seperti ikan gurami terbilang cukup mudah. Hanya membutuhkan kolam dan ketersediaan pakan, ikan gurami dapat tumbuh dengan baik. Ikan gurami memiliki nilai ekonomi di pasaran.

Dengan perawatan yang simpel, budi daya ikan gurami bisa dilakukan seorang diri. Bahkan, ikan gurami bisa menjadikan penghasilan tambahan disela aktivitas dan kesibukan yang lain.

Alasan itulah yang menjadikan muslim asal Tulungagung, Amarudin, mulai tertarik untuk menjadi pebudi daya ikan gurami. Disela kesibukannya bekerja dikantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tulungagung, ia menjadikan budi daya gurami sebagai penghasilan tambahan untuk turut mendukung perekonomian keluarganya.

Baca juga: Solusi Masa Pandemi, Muslim Ini Sukses Jaga Ketahanan Pangan dari Budikdamber

Amarudin memulai budi daya ikan gurami sejak 2015. Dengan ilmu yang terbatas, Amar sapaan akrabnya, mengaku tidak menjadi halangan baginya untuk mulai menjadi pebudi daya.

Menurutnya, ilmu budi daya ikan akan didapatkannya sambil jalan ketika memulai usahanya. Selain itu, ia juga sering bertukar pikiran dengan rekannya guna memahami seluk-beluk budi daya ikan gurami.

“Budi daya saya lebih kepada pembesaran untuk konsumsi bukan pembibitan. Karena memang pembesaran ini tidak terlalu sulit dalam perawatannya. Apalagi pagi saya juga harus sambil berangkat kerja ke kantor, jadi untuk perawatan tinggal kasih pakan pagi dan sore,” ujarnya dikanal Youtube PecahTelur.

Ia mengaku, masih sanggup merawat ikan guraminya seorang diri dengan kapasitas sekitar 35 ribu ekor. Sebab, perawatan ikan gurami pembesaran tersebut terbilang cukup mudah dan hanya membutuhkan pemberian pakan dalam sehari sebanyak dua kali.

Awal ketika merintis budi daya ikan gurami, Amar mengaku hanya mengawalinya di dua kolam dengan kapasitas 8.000 ekor. Mulai jatuh-bangun dan mengalami kerugian, ia anggap sebagai pembelajaran dalam usaha untuk bisa berkembang.

“Dari situ, setiap tahun kita terus tambah jumlah kolamnya, hingga saat ini enam tahun berjalan kami sudah punya enam kolam. Saya usahakan setiap dua bulan sekali satu kolam harus bisa dipanen untuk cashflow,” jelasnya.

Amar menuturkan, modal budi daya ikan gurami lebih relatif tidak terlalu besar. Jika menggunakan model terpal, per kolam akan memakan biaya hingga Rp7 juta untuk kapasitas ikan sebanyak 3.000 ekor.

Dengan jumlah sebanyak itu, lanjut dia, biaya operasional hingga panen yang memakan waktu minimal 10 bulan, membutuhkan 60 sak pakan ikan yang akan memakan biaya sebesar Rp25 juta. Dari situ ia mengaku akan mendapatkan hasil panen sebesar 1,5 ton.

“Omzet setiap panen rata-rata ikan bisa meraup hingga Rp45 juta. Jika dikurangi biaya operasional tadi maka per kolam bisa mendapatkan untung Rp20 juta setiap dua bulan sekali panen,” jelasnya.

Baca juga: Hasilkan Rupiah dari Rumah, Muslimah Ini Pilih Beternak Ayam Petelur

Selain cuaca, kondisi air juga terkadang menjadi faktor kendala tersendiri. Sehingga dalam budi daya ikan gurami perlu memerhatikan sirkulasi air yang cukup baik.

Untuk itu, setiap harinya perlu menambahkan jumlah air di kolam budi daya. Sebab menurutnya, gurami lebih rentan dengan sirkulasi air yang buruk, ketimbang ikan konsumsi lain.

“Nanti ketika ikan sudah berumur 4-5 bulan, biasanya kita akan sedot kotoran yang menumpuk di dasar kolam. Indikasinya juga bisa terlihat dari warna air, jika memang air sudah tampak keruh itu menandakan kotoran air di kolam sudah cukup banyak,” jelasnya.

Risiko kematian, lanjut dia, biasanya akan terjadi ketika pada awal bibit ikan gurami ditabur di kolam. Dari mulai penaburan, setidaknya dalam kurun waktu 1-2 bulan akan mendapatkan tingkat kematian yang besar dari bibit ketimbang ikan gurami yang sudah cukup besar.

Rata-rata dari jumlah 6.000 ikan gurami akan mengalami kematian hingga 500 ekor. Risiko tersebut sering disebabkan oleh faktor cuaca yang sedang tidak mendukung untuk pertumbuhan ikan gurami.

Menurutnya, dengan menggunakan model kolam terpal, akan lebih menghemat biaya operasional. Selain itu, kolam terpal juga bisa bertahan selama lima tahun.

Untuk kapasitas 6.000 ekor ikan, digunakan ukuran kolam seluas 16x16 meter dengan kedalaman 1,5 meter. Ia juga selalu menjaga populasi ikan di kolam agar tidak terlalu padat, yang dikhawatirkan akan menghambat pertumbuhan ikan.

“Sebelum tebar benih, biasanya kami akan bersihkan kolam dan setelah diisi air akan didiamkan selama dua minggu. Jika sudah ada jentik nyamuk di kolam itu menandakan air sudah normal dan siap ditabur benih,” ujarnya.

Menurutnya, untuk wilayah Tulungagung tidak sulit untuk menjual ikan gurami. Pasalnya, jenis ikan konsumsi tidak mungkin hilang dari pasaran.

“Tapi memang masa pandemi ini mempengaruhi harga ikan gurami di pasaran. Untuk harga normal biasanya kita bisa jual Rp25 ribu per kilogram, tapi sekarang ini cukup jatuh di kisaran Rp18 ribu. Kuncinya sabar saja, karena saya yakin usai pandemi harga akan kembali normal,” ujarnya

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan