Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Solusi Masa Pandemi, Muslim Ini Sukses Jaga Ketahanan Pangan dari Budikdamber

mahmuda attar hussein Senin, 13 September 2021 - 11:00 WIB
Solusi Masa Pandemi,  Muslim Ini Sukses Jaga Ketahanan Pangan dari Budikdamber
Esperanza dengan budi daya lele dalam ember. Foto: YouTube CapCapung
LANGIT7.ID, Yogyakarta - Budi daya ikan dalam ember (Budikdamber) menjadi alternatif bagi masyarakat, khususnya di perkotaan yang ingin menjadi pebudi daya tapi terkendala ketersediaan lahan. Sesuai namanya, Budikdamber, berarti pelaku membudidayakan ikan dalam wadah ember dengan jumlah populasi yang tidak terlalu besar.

Menariknya, Budikdamber ini bisa dimanfaatkan sekaligus untuk membudi dayakan tanaman jenis sayur. Sehingga Budikdamber belakangan ramai dilakukan oleh masyarakat di perkotaan untuk turut serta meramaikan sektor peternakan ikan.

Terlebih, pandemi Covid-19 yang juga tak kunjung usai menyebabkan kegiatan masyarakat banyak menghabiskan waktu di rumah mereka. Budikdamber bisa menjadi alternatif menyalurkan hobi yang jika ditekuni dengan fokus bisa mendapatkan penghasilan tambahan.

Baca juga: Hasilkan Rupiah dari Rumah, Muslimah Ini Pilih Beternak Ayam Petelur

Walaupun pandemi Covid-19 menjadikan segala keadaan cukup memprihatinkan bagi banyak orang, namun tidak bagi muslim asal Yogyakarta, Esperanza, yang tetap bisa produktif melalui kegiatan usahanya, Budikdamber.

“Sudah seharusnya kita bisa menyiasati segala situasi untuk tetap bisa produktif dari rumah. Usaha saya ini pun berangkat dari rasa kejenuhan saya berada di rumah. Sehingga kami putuskan untuk memulai usaha budikdamber,” ujarnya dikanal Youtube CapCapung.

Menurutnya, ia bisa mendapattkan banyak manfaat melalui Budikdamber, khususnya untuk ketahanan pangan keluarga. Selain itu, hasil panen dari Budikdamber ini juga cukup baik untuk dipasarkan.

Bahkan, kegiatan yang dilakukannya itu menjadi daya tarik bagi orang di sekitarnya untuk mulai melakukan budikdamber. Apalagi Budikdamber sangat cocok dilakukan bagi masyarakat yang tinggal di lingkungan perkotaan dengan lahan terbatas.

“Budikdamber bisa dilakukan bagi mereka yang ingin menjadi pebudi daya ikan di lahan terbatas. Inisiatif dan pengembangan budikdamber ini tentu menjadi poin baik untuk memulai kegiatan usaha dari rumah,” ujarnya.

Dalam Budikdambernya, Esperanza memilih jenis ikan lele dan ikan gabus karena dinilai memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik. Selain itu, dari budikdambernya ini, ia juga bisa memanfaatkannya untuk pengembangan tanaman, khususnya jenis tanaman konsumsi seperti sayuran.
Solusi Masa Pandemi,  Muslim Ini Sukses Jaga Ketahanan Pangan dari Budikdamber
Selain ikan lele dan gabus, ia juga tengah mengembangkan budi daya sayuran seperti sawi, kangkung, dan selada. Menurutnya, untuk bisa membuat budikdamber ini terbilang cukup mudah, karena hanya membutuhkan ember ukuran sedang sebagai tepat hidup ikan dan tanaman.

“Kita hanya butuh ember yang tidak terlalu besar dan semua saya lakukan sendiri dengan mempelajarinya dari tutorial di Youtube. Ukuran besaran ember ini juga disesuaikan dengan populasi ikan, kalau ember cat setidaknya bisa menampung hingga 15 ekor ikan, tapi kalau agak besar bisa hingga 30 ekor,” jelasnya.

Pada fase awal Budikdamber, Esperanza pernah memasukkan hingga 50 ekor ikan lele. Namun, dalam perkembangannya ikan lele tersebut malah banyak mengalami kematian.

Belajar dari pengalamannya, Esperanza mulai memahami seputar kegiatannya untuk budikdamber. Ia menyimpulkan, karena menggunakan ember, populasi ikan tidak boleh terlalu padat untuk menjaga ketersediaan oksigen.

“Pengalaman kematian itu, saya coba kurangi dan ternyata ember skala sedang hanya bisa diisi populasi ikan sebanyak 30 ekor,” jelasnya.

Baca juga: Kementerian BUMN Apresiasi PLN Sukses Berdayakan 1.122 UMKM di Lampung

Selain itu, melalui banyak manfaat yang bisa diambil dari budikdamber ini, seperti air di ember tempat perkembangan ikan yang memiliki kandungan baik sebagai pengganti pupuk cair organik bagi tanaman. Setidaknya, 3-4 hari sekali, Esperanza mulai menggunakan air budikdambernya sebagai kebutuhan pupuk cair bagi tanaman sayurnya.

Dengan melakukan hal itu, secara tidak langsung juga turut menjaga kualitas dan sirkulasi air tetap baik di dalam ember. Pasalnya, setiap menggunakan air untuk menyiram tanamannya, ia menggantinya dengan air yang lebih bersih.

“Alhamdulillah setelah saya melakukan kegiatan ini, orang sekitar mulai tertarik untuk minta dibuatkan. Akhirnya saya turut bantu dalam pembuatan purwa-rupanya yang bisa menjadi tambahan penghasilan juga untuk keluarga,” tuturnya.

Menurutnya, banyak kegiatan bermanfaat yang bisa dilakukan dari rumah. Apalagi di situasi pandemi ini yang tidak seharusnya membuat masyarakat menurunkan tingkat produktivitasnya.

“Biasanya dalam kesempitan, Tuhan akan memberikan jalan keluar dan ada hikmah lebih baik dari apa yang kita alami,” imbuhnya.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)