LANGIT7.ID-Kebumen; Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, hadir langsung dalam penutupan Jambore Nasional I Jamaah Tani Muhammadiyah (Jamnas I JATAM) yang digelar oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah di Kebumen, Ahad (21/9). Kehadirannya di Pendopo Kabumian sekaligus menjadi bentuk dukungan bagi gerakan para petani Muhammadiyah yang tergabung dalam JATAM.
Melansir dari situs Muhammadiyah, Muhadjir yang juga menjabat Penasehat Presiden Bidang Haji menyempatkan diri berkeliling di arena JATAM Expo dan Bazar. Ia menilai perputaran ekonomi dari transaksi dalam kegiatan tersebut sangat berarti, karena turut membuka ruang promosi dan pemasaran bagi produk-produk pertanian. Dirinya berharap agenda jambore seperti ini tidak berhenti di tahun pertama, melainkan bisa berlanjut menjadi kegiatan tahunan.
Muhadjir kemudian menekankan pentingnya peran JATAM untuk ikut serta dalam program ketahanan pangan nasional. Menurutnya, arah gerakan ini sejalan dengan komitmen pemerintah yang kini menjadikan sektor pangan sebagai program super prioritas di era Presiden Prabowo Subianto. Ia mengingatkan bahwa pangan saat ini bukan sekadar kebutuhan dasar, melainkan sudah menjadi isu strategis dalam percaturan politik global.
“Isu pangan ini menjadi isu utama yang dihadapi oleh umat manusia kini dan seterusnya. Maka, program ketahanan pangan menjadi program super prioritas. Terlebih di kancah politik global, pangan menjadi daya tawar kuat bagi sebuah negara yang ingin dominan,” ujarnya dalam keterangannya, dikutip Senin (22/9/2025).
Selain soal pangan, Muhadjir juga menitipkan pesan kepada anggota JATAM agar mampu menjadi agen pemberantas korupsi. Ia mengingatkan bahwa praktik korupsi masih menjadi masalah mendasar di Indonesia, bahkan merambah hingga ke level masyarakat bawah.
“Karena di Indonesia ini sebetulnya persoalan yang paling pelik adalah korupsi. Korupsi itu mulai dari yang paling atas sampai yang paling bawah. Oleh karena itu bagaimana JATAM ikut memerangi korupsi dari atas sampai bawah,” pesan Muhadjir Effendy.
Dalam sambutannya, Muhadjir juga menyinggung pengalamannya ketika pernah menjadi pelaku usaha tani. Ia mengaku memahami betul kerumitan yang dihadapi kelompok tani, mulai dari distribusi yang kerap tersendat hingga maraknya peredaran produk kimia palsu yang justru merugikan petani.
Bagi Muhadjir, keberadaan JATAM merupakan bentuk nyata dakwah yang relevan dengan kebutuhan umat. Ia menilai bahwa kerja-kerja pemberdayaan petani ini merupakan dakwah yang riil, berbeda dengan pola dakwah yang hanya mengandalkan mimbar. Karena itu, ia mengapresiasi langkah MPM Muhammadiyah yang berhasil menggerakkan petani untuk lebih berdaya.
(lam)