Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Cerita Riri Rengganis, Suka Menjahit Sejak SD hingga Kini Eksis sebagai Desainer

lusi mahgriefie Rabu, 02 Oktober 2024 - 11:10 WIB
Cerita Riri Rengganis, Suka Menjahit Sejak SD hingga Kini Eksis sebagai Desainer
Desainer Riri Rengganis.Foto-foto/ist
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Nama desainer Riri Rengganis sudah tidak asing lagi di telinga para “slow fashion enthusiast”. Karirnya di bidang fesyen telah dimulai sejak 20 tahun yang lalu, dan hingga kini masih eksis.

Riri mengakui amat mencintai dunia tata busana. Sejak usianya masih belia yakni usia 8 tahun, tangannya sudah terlatih untuk menjahit bahkan membuat baju untuk dirinya sendiri.

Tampaknya hal ini yang mengantarkan dirinya setelah lulus SMA lanjut belajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB).

Kemudian setelah lulus kuliah dan menyandang gelar S1 Desain Produk pada 1998 silam, Riri memutuskan untuk mengasah keterampilan dengan bekerja di Bali.

Cerita Riri Rengganis, Suka Menjahit Sejak SD hingga Kini Eksis sebagai Desainer

Bagi desainer yang saat ini menjabat sebagai Vice Chair Marcomm & Public Relations di asosiasi Indonesian Fashion Chamber (IFC) itu, Bali menjadi tempat sempurna untuk belajar mandiri.

“Saya terinspirasi oleh kekuatan budaya tradisional Pulau Bali, seni, kerajinan dan bisnis fesyen. Setelah mendapatkan pengalaman bekerja di industri garmen dan perhiasan di sana, dan juga kerja freelance di bidang desain grafis, saya akhirnya mendirikan perusahaan sendiri pada tahun 2004 yang memproduksi seragam bergaya etnik untuk hotel dan restoran di Bali,” ujar Riri.

Sepertinya tak pernah ada kata berhenti untuk belajar dalam kamus Riri, sambil menjalani bisnis diakuinya bahwa Ia pun mempelajari potensi besar inspirasi lokal yang dipadukan dengan fungsionalitas.

“Jadi setelah 8 tahun penuh berpetualang di Bali, saya kembali ke kampung halaman saya, Bandung untuk membuka lembaran baru dalam hidup saya yaitu menciptakan brand saya sendiri, sambil memulai hidup berkeluarga,” ungkapnya.

Cerita Riri Rengganis, Suka Menjahit Sejak SD hingga Kini Eksis sebagai Desainer
Indische, jenama pertama milik Riri Rengganis yang memiliki konsep kebaya siap pakai. Diluncurkan sejak 2008. Foto: dok. Riri

Dua Jenama Fesyen
Jenama pertama Riri yaitu Indische diluncurkan pada tahun 2008. Indische memiliki konsep desain Kebaya siap pakai.

“Ini didedikasikan untuk melestarikan warisan tradisional, sekaligus memenuhi kebutuhan wanita Indonesia modern dengan desain etnik berkualitas tinggi untuk digunakan sehari-hari,” jelas wanita kelahiran 23 Oktober 1974 itu.

Sukses dengan Indische, selang 9 tahun kemudian yaitu pada 2017 Riri meluncurkan jenama kedua yang diberi nama Rengganis.

“Rengganis bergaya kontemporer yang didesain untuk pasar global, dengan tetap mengedepankan buatan tangan bordir dan tekstil tradisional asli,” jelasnya.

Diakui Riri bahwa selama belasan tahun berkarier di bidang fesyen, Ia merasa senang dan banjir dukungan serta perhatian dari orang-orang terdekat.

Bahkan sang suami menjadi sosok penting dalam perjalanan kariernya sekaligus sosok yang membujuk Riri untuk menciptakan jenama sendiri.

Produk Indische dan Rengganis tak hanya menyentuh pasar nasional melainkan sampai ke internasional. Melalui penjualan di website, pemesan dari luar negeri terus ada.

“Ternyata di luar sana banyak pecinta wastra Indonesia dan fesyen bernuansa etnik kontemporer,” tutur Riri.

Cerita Riri Rengganis, Suka Menjahit Sejak SD hingga Kini Eksis sebagai Desainer
Rengganis, jenama kedua Riri yang mengusung gaya kontemporer.


Pelan tapi Pasti

Dalam menjalani bisnis fesyen Riri memiliki prinsip sendiri. Ia mengakui, dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis selama ini dirinya cenderung lambat.

“Karena saya perfeksionis dan dari dulu memang tidak mau terburu-buru untuk cepat besar. Pelan tapi pasti, dan fleksibel mengikuti perkembangan teknologi,” katanya.

Riri memiliki prinsip dimana Ia tak mau menjadi seorang desainer yang hanya cukup memiliki hasil karya fesyen saja, melainkan Ia ingin ikut andil dalam mengedukasi konsumen.

“Saya ingin branding yang melekat dengan pribadi saya. Jadi setiap karya yang saya ciptakan merupakan bentuk kejujuran saya pada konsumen,” tegas ibu dua anak ini.

Sementara dalam lingkup yang lebih besar terkait fesyen Indonesia, Riri berharap akan semakin banyak pelaku fesyen Indonesia yang mengedepankan kualitas diantaranya kualitas desain, filosofi, material, pemberdayaan, keberlanjutan, hingga harga.

Ia berpesan untuk para pelaku fesyen Indonesia agar tidak hanya bercita-cita untuk ekspor saja.

“Cukup dengan menjaga agar market lokal kita tidak dikuasai oleh produk impor saja dulu. Ini bisa dicapai kalau kita sama-sama meningkatkan kualitas sebagai pelaku industrinya,” tutup Riri

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)