LANGIT7.ID-, Jakarta- - Kontroversi antara timnas Bahrain dan suporter Indonesia kian memanas dengan munculnya isu sensitif baru. Setelah sebelumnya meminta pertandingan dipindahkan dari Stadion Gelora Bung Karno (GBK), kini Asosiasi Sepak Bola Bahrain (BFA) mengangkat persoalan yang lebih serius. Melalui unggahan di akun Instagram resmi mereka @bahrainfa, BFA mengeluarkan pernyataan keras yang mengangkat isu sensitif terkait nilai-nilai Islam.
Dalam pernyataan resmi yang diunggah di @bahrainfa, BFA mengecam keras perilaku suporter Indonesia yang dinilai sudah melampaui batas norma dan etika. Mereka menyatakan bahwa tindakan fans Garuda di media sosial bertentangan dengan prinsip-prinsip dan nilai-nilai Islam.
Baca juga:
Timnas Indonesia Berpeluang Raih Poin Tanpa Bertanding?"Komentar-komentar ofensif yang ditujukan ke akun dan situs web asosiasi, selain akun para pemain tim nasional dan suporter Bahrain, tidak ada hubungannya dengan norma-norma olahraga. Lebih dari itu, perilaku ini tidak sejalan dengan prinsip-prinsip, nilai-nilai dan norma-norma Islam," tegas BFA dalam unggahan Instagramnya.
BFA mengklaim bahwa situs web resmi mereka, akun media sosial, dan sistem korespondensi elektronik telah menjadi sasaran berbagai hinaan dan fitnah yang dianggap melanggar ajaran Islam. Bahkan, sejumlah pemain timnas Bahrain dilaporkan menerima ancaman yang bertentangan dengan nilai-nilai agama di akun pribadi mereka.
"Kami terkejut dengan berbagai ancaman yang diterima anggota tim di akun media sosial pribadi mereka. Ini mencerminkan pengabaian terhadap nyawa manusia dan jauh dari nilai-nilai olahraga, apalagi nilai-nilai Islam," ungkap BFA melalui @bahrainfa.
Baca juga:
Diteror Fans Indonesia, Timnas Bahrain Ngotot Minta Laga Kualifikasi Piala Dunia Dipindah dari GBKMenanggapi situasi yang dianggap serius ini, BFA mengambil langkah tegas dengan berencana melaporkan insiden tersebut ke berbagai organisasi internasional, termasuk organisasi Islam. "Kami akan mengadu kepada organisasi internasional, hak asasi manusia, Islam dan organisasi HAM, selain asosiasi jurnalis," tulis BFA dalam pernyataannya.
Lebih lanjut, BFA juga menyinggung perlakuan mereka terhadap suporter Indonesia saat bertandang ke Bahrain. Menurut klaim mereka, lebih dari 2.000 fans Garuda difasilitasi dengan baik untuk mendukung timnas di kandang Bahrain. Hal ini, menurut BFA, kontras dengan perlakuan yang mereka terima dari oknum suporter Indonesia yang dianggap melanggar nilai-nilai Islam.
Baca juga:
Serangan Siber Guncang Sepakbola Bahrain! Suporter Indonesia Jadi Tersangka?Insiden ini menambah daftar panjang kontroversi yang melibatkan suporter Indonesia di kancah internasional. Namun kali ini, dengan diangkatnya isu agama dan nilai-nilai Islam, pertikaian ini berpotensi memicu debat yang lebih luas dan sensitif di kalangan masyarakat.
Yang pasti, insiden yang kini menjadi sorotan berkat unggahan di @bahrainfa ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi PSSI dan suporter Indonesia. Diperlukan edukasi dan penertiban lebih lanjut agar oknum-oknum tidak bertanggung jawab tidak lagi mencoreng nama baik sepak bola Tanah Air, apalagi sampai dianggap melanggar nilai-nilai agama.
(lam)