LANGIT7.ID, Surabaya - Surabaya, Jawa Timur memiliki sebuah masjid bergaya arsitektur khas China yang menjadi simbol keragaman masyarakat di sana. Berlokasi di Jalan Gading No 2 Kecamatan Genteng, masjid itu bernama Masjid Muhammad Cheng Hoo.
Selama pandemi Covid-19, Masjid Muhammad Cheng Hoo aktif menyelenggarakan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak. Sekilas, tampilan fisik Masjid Muhammad Cheng Hoo menyerupai klenteng yang menonjol dengan menara pagoda delapan sisi yang disebut Pat Kwa. Warna merah yang merupakan khas China mendominasi tembok bangunan yang dipadupadankan dengan hijau dan kuning.
Nama masjid ini dinisbatkan kepada Laksamana Muhammad Cheng Hoo, seorang bahariawan muslim yang melayari Lautan Malaka pada abad ke-15. Jasa besar Cheng Hoo yang senantiasa menyebarkan pesan damai itulah yang kelak menginspirasi komunitas Muslim China di Surabaya untuk membangun masjid dengan mengabadikan namanya.
Rancangan awal Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya diilhami dari bentuk Masjid Niu Jie di Beijing yang dibangun pada tahun 996 Masehi pada masa Dinasti Liao (916-1125). Gaya Niu Jie tampak pada bagian puncak, atau atap utama, dan mahkota masjid. Selebihnya, hasil perpaduan arsitektur Timur Tengah dan budaya Jawa.
Masjid Niu Jie merupakan masjid tertua dan terbesar di Beijing, masjid ini sempat dihancurkan dihancurkan oleh tentara Mongol pada serangan tahun 1215, kemudian dibangun kembali pada 1443 periode Dinasti Ming dan secara signifikan diperluas pada 1696 pada zaman Dinasti Qing.
Arsitektur masjid itulah yang kemudian direka ulang oleh Ir. Abdul Aziz dari Bojonegoro lalu diterapkan saat membangun Masjid Muhammad Cheng Hoo. Bangunan Masjid secara umum menyerupai kelenteng dengan warna yang mencolok. Warna hijau dan merah yang mendominasi bangunan, serta warna kuning, putih, biru, coklat, dan emas pada ragam hias untuk penghias masjid.
Ornamennya kental nuansa China klasik. Pintu masuknya menyerupai bentuk pagoda, terdapat juga relief naga dan patung singa dari lilin dengan lafaz Allah dalam huruf Arab di puncak pagoda. Di sisi kiri bangunan terdapat sebuah beduk sebagai pelengkap bangunan masjid.
![Masjid Muhammad Ceng Hoo Simbol Keharmonisan Muslim China di Surabaya]()
Atap masjid berwarna Hijau dengan warna merah pada bubungan. Dinding Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya dihias dengan keramik berwarna merah. Serta pada bagian atas dinding masjid terdapat garis-garis gradasi warna (hijau muda,hijau tua, biru muda, biru tua ,dan merah). Warna gradasi tersebut juga tampak pada tiang horizontal yang menjadi penghubung atar tiang penyangga masjid.
Tepat di tengah atap terdapat menara pagoda dengan 3 tingkatan dan memiliki 8 sisi atau dikenal dengan Pat Kwa. Pat kwa tingkatan pertama terukir kaligrafi 16 sifat wajib Allah dari 20 sifat wajib, yakni wujuud-qidaam, Mukhaallafatu lil hawaditsi-muriidan, Qiyaamuhu binafsihi-Wahdaaniyah, Qadrat-Iraadat, Sama'-Kalam, bashiiran-Basar, samii'an- qaadiran, 'aaliman-mutakalliman.
Pada tingkatan kedua terukir lafadz Allah dan Muhammad, dan di tingkatan ketiga terdapat kubah kecil berwarna emas dengan lafadz Allah. Secara keseluruhan Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya berukuran 21x11 meter, dengan luas bangunan utama 11x9 meter.
Angka 11 bermakna ukuran ka’bah saat dibangun pertama kali oleh Nabi Ibrahim, yakni 11 meter x 11 meter. Sedangkan angka 9 bermakna Wali Sanga penyebar Islam di tanah Jawa.
Mihrab berada di bangunan utama sebelah Barat. Memiliki panjang dan lebar 2,46x1,60 meter. Mihrab dihias dengan ukiran, kaligrafi, dan terdapat jam digital penunjuk waktu salat. Ukiran yang menghiasi mihrab terbuat dari kayu jati dengan corak motif ukir dari Jawa. Beberapa bagian mimbar masjid dihiasi dengan ukiran hasil kreasi pengrajin dari jepara, sehingga memiliki motif sulur khas Jepara.
Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya mengunakan kaligrafi cina untuk memperkuat kesan arsitektur khasnya. Kaligrafi cina atau Hanyu Pin Yin terukir pada papan nama Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya yang terpasang di sisi Timur bangunan utama masjid.
Kaligrafi terukir pada papan nama Qing Zen Si Cheng Hoo (Masjid Muhammad Cheng Hoo) berwarna emas dengan
background hitam. Kaligrafi tersebut memiliki tekstur halus pada
background dan kasar pada kaligrafi, berbentuk persegi panjang yang terbuat dari
fiberglass.
(asf)