LANGIT7.ID, Bandung - Masjid Agung di alun-alun Majalengka didekorasi semakin cantik. Tak jarang warga berwisata religi ke sana dan berswafoto di baitullah yang instagramable.
Alun-alun Majalengka memang baru saja selesai direvitalisasi sehingga tampilannya menjadi lebih segar.
Selain menjadi pusat kota, alun-alun tersebut juga memiliki rumah ibadah yang berdiri megah di sebelah baratnya
Masjid Agung Al Imam bak menjadi ikon daerah. Debhan menara menjulang tinggi melengkapi lanskap alun-alun yang diodminasi warna merah lembut.
Masyarakat pun semakin dimanjakan dengan rumput sintetis, tribun, dan air mancur di area masjid.
Menyatunya Masjid Agung Al Imam dengan alun-alun nampak seirama dengan visi Kabupaten Majalengka yang Religius, Adil, Harmonis, dan Sejahtera (Raharja).
Penataan area yang apik antara alun-alun dengan masjid membuat kawasan itu sangat fotogenik atau Instagramable.
Arsitektur pembangunan Masjid Agung Al Imam merupakan hasil karya dari anak-anak Majalengka.
Pada beberapa bagian mirip dengan Masjid At Taqwa Cirebon, khususnya pada tampilan muka dan banyak menara yang menjulang tinggi di sekitarnya.
Masjid Agung Al Imam dibangun pada tahun 1888, namanya dinisbatkan kepada ulama setempat, Kiai Imam Syafari yang mewakafkan tanahnya untuk pembangunan masjid.
Kiai Imam Syafari adalah putra ulama kharismatik di Majalnegka, Kiai Nurqo'im Cijati. Dia salah satu dari tiga serangkai yang diberikan tugas oleh Hakim Kesultanan Cirebon pada 1974 lalu.
(bal)