LANGIT7.ID, Jakarta - Ada cerita unik dari Juleha Bekasi Raya. Relawan yang dikenal juru sembelih halal ini terbentuk berawal dari
komunitas pecinta pisau yang ingin bermanfaat.
Ketua BPSDM
Juleha, Deni mengatakan, relawan ini terbentuk dari komunitas pecinta pisau. Mereka memiliki berbagai jenis pisau, golok dan lain-lain, tapi tidak bermanfaat.
"Jadi kita ini punya banyak pisau, tapi tidak dipakai untuk apa-apa, akhirnya muncul lah Juleha Bekasi Raya ini," kata Deni kepada Langit7 di
Masjid Agung Al Barkah Bekasi, Ahad (10/7/2022).
Baca Juga: Juleha: Juru Penyembelih Hewan Kurban Harus Ada RegenerasiDeni mengatakan, komunitas Juleha ini awalnya terbentuk dari program Kementerian Pertanian (Kementan) dan MUI. Tapi namanya dulu Juliha, sama-sama juru sembelih halal.
Namun lama kelamaan Juleha menjadi komunitas mandiri. Tugasnya untuk membantu pemotongan hewan kurban, akikah dan edukasi untuk pemotongan ternak unggas.
"Karena memotong unggas kan harus tetap sesuai syariat Islam, bagaimana keihsanannya dalam menyembelih hewan," ujarnya.
Dia menyebut, saat ini Juleha sudah tersebar di 24 masjid dan mushala daerah Bekasi. Targetnya, 25.000 masjid dan mushala di Kabupaten dan Kota Bekasi setidaknya memiliki satu orang anggota Juleha.
Anggota Komunitas Juleha sendiri, kata dia, sehari-hari beraktivitas di RPH dan pemilik ternak untuk akikah. Komunitas tersebut masih membuka peluang bagi orang yang ingin bergabung.
"Kalau mau bergabung yang paling utama itu lillahi ta ala. Lalu bisa ikut sama kita dan mendaftar di sekretariat Juleha," katanya.
(bal)