Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 Juli 2026
home masjid detail berita

Keunikan Masjid Agung Tuban, Berkubah Pertama di Tanah Jawa

tim langit 7 Selasa, 04 April 2023 - 07:28 WIB
Keunikan Masjid Agung Tuban, Berkubah Pertama di Tanah Jawa
Masjid Agung Tuban berdiri pada masa Sunan Bonang dan menjadi masjid pertama di Jawa yang memasang atap kubah.Foto/Tuban.go.id
LANGIT7.ID-, Tuban- - Masjid Agung Tuban menjadi salah satu masjid tua di Pulau Jawa. Konon, masjid ini menjadi pertama di Jawa yang memakai kubah. Secara historis, Masjid Agung Tuban ada sejak zaman Sunan Bonang (sekitar 1486).

Masjid ini didirikan pada masa pemerintahan Adipati Raden Ario Tedjo atau yang dikenal dengan Syeh Abdurrahman, bupati ke-7 Tuban (1401-1419).

Tempat ibadah umat Islam ini sempat beberapa kali renovasi. Renovasi pertama pada 1894, yakni masa pemerintahan Raden Toemengoeng Koesoemodiko (Bupati ke-35 Tuban).

Kala itu Raden Toemengoeng Koesoemodiko menggunakan jasa arsitek berkebangsaan Belanda bernama BOHM Toxopeus. Sebagaimana tertulis dalam prasasti di depan masjid berbunyi: “Batoe yang pertama dari inie missigit dipasang pada hari Akad tanggal 29 Djuli 1894 oleh R. Toemengoeng Koesoemodiko Boepati Toeban. Inie missigit terbikin oleh Toewan Opzicter B.O.H.M. Toxopeus".

Baca juga:Masjid Kubah Kecubung, Ikon Wisata Religi Baru di Palangkaraya

Masjid Agung Tuban dibangun dengan menggunakan pola lengkungan untuk menghubungkan tiang penyangga. Sehingga menghasilkan pola ruang dengan kolom-kolom. Pola ini seakan terinspirasi dari ruang dalam Masjid Cordoba, Spanyol. Menurut GF Pijper, cerita yang berkembang menyebut rujukan rancangan masjid ini adalah Hagia Sofia lstanbul.

Selain berkubah, Masjid Agung Tuban juga salah satu masjid terawal yang miliki arcade. Gaya arsitektur khas nusantara dapat ditemui pada pintu dan mimbar yang terbuat dari kayu dengan ornamen ukiran khas Jawa. Di sayap mihrab terdapat tangga dari bahan kuningan mencirikan gaya khas ornamen Jawa Klasik.

Masjid yang berdiri di depan alun-alun Tuban tersebut memiliki keistimewaan lain. Sekitar sepuluh meter dari masjid, berdiri Museum Kembang Putih yang menyimpan berbagai beres bersejarah seperti kitab Al-Quran kuna terbuat dari kulit, keramik Cina, pusaka, sarkofagus, dan sebagainya.

Mengutip Kemenag.go.id, bentuk asli bangunan masjid yang masih ada sampai sekarang ini adalah tempat untuk pengimaman, selebihnya bangunan ini sudah tidak berbekas lagi.

Masjid dibangun kembali pada 1894 dan diresmikan oleh Bupati Tuban Raden Tumenggung Kusumodikdo. Pendirian masjid ini hasil dari swadaya masyarakat dengan pemerintah daerah kala itu.

Pada perkembangannya, dilakukan penambahan bangunan pada masa pemerintahan Bupati Juwairi Martoprawiro (1985-1991). Setelah selesai dilaksanakan pemugaran dan penambahan masjid Agung Kabupaten Tuban yang selanjutnya diresmikan oleh wakil Gubernur KDH. TK I Jatim Trimarjono SH pada tahun 1987.

Renovasi besar-besaran dilakukan pada masa Bupati Hj. Haeny Relawati Rini Widyastuti yang menjabat selama dua periode (2001-2006 dan 2006-2011).

Bangunan yang direnovasi besar-besaran terdiri dari ruang bangunan utama untuk salat lima waktu/ salat Jum’at dan ruang bangunan pelengkap seperti tempat wudlu, penitipan sepatu/sandal, kantor pengurus, perpustakaan, gudang, ruang penjaga, dan Taman Pendidikan Al-Quran.

Sebagai bangunan tua, masjid ini ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya berdasarkan Undang-undang No.10 tahun 2011) dengan nomor induk 152.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan