LANGIT7.ID-, Jakarta- - Karang terbesar di dunia telah ditemukan oleh para ilmuwan, di barat daya Samudera Pasifik. “Mega coral” yang merupakan kumpulan banyak makhluk kecil yang terhubung dan membentuk satu organisme itu kemungkin berusia lebih dari 300 tahun.
“Ini lebih besar dari paus biru,” kata tim tersebut melansir bbc.com, Kamis (14/11/2024).
Karang raksasa itu ditemukan oleh seorang videografer yang bekerja di kapal National Geographic, saat sedang mengunjungi wilayah terpencil di Pasifik untuk melihat dampak perubahan iklim.
“Saya menyelam di tempat yang petanya menunjukkan ada kapal karam, lalu saya melihat sesuatu,” kata Manu San Felix.
Para ilmuwan mengatakan, saat ditemukan karang ini dalam kondisi baik. Warga sekitar tidak menyadari keberadaan karang terbesar di dunia ada di sana. Foto: Manu San Felix, National Geographic Pristine Seas/bbc.comKemudian dia memanggil teman menyelamnya yang juga putranya, Inigo, lalu mereka menyelam lebih jauh ke bawah untuk memeriksa. Menurutnya, melihat karang yang ada di Kepulauan Solomon ini seperti melihat “katedral di bawah air”.
“Ini sangat emosional. Saya merasakan rasa hormat yang sangat besar terhadap sesuatu yang tetap berada di satu tempat dan bertahan selama ratusan tahun,” katanya.
“Saya berpikir, ‘Wow, ini ada di sini ketika Napoleon masih hidup’,” tambahnya.
Para ilmuwan dalam ekspedisi tersebut mengukur karang menggunakan semacam pita pengukur di bawah air. Lebarnya 34m, panjang 32m, dan tinggi 5,5m. Secara global karang menghadapi tekanan berat, karena lautan memanas akibat perubahan iklim.
Karang terbuat dari ratusan ribu organisme hidup yang disebut polip, masing-masing memiliki tubuh dan mulut sendiri, yang tumbuh bersama sebagai satu koloni. Beberapa karang tumbuh keras, kerangka luarnya dan ketika banyak darinya menyatu maka akan membentuk terumbu karang.
Beberapa dari terumbu karang ini dapat meluas hingga jarak yang sangat jauh, membentuk struktur yang luas sebagai tempat hidup ikan dan spesies lainnya. Terumbu karang juga menopang mata pencaharian satu miliar orang termasuk mendukung pariwisata atau perikanan, menurut Forum Ekonomi Dunia.
Spesimen ini ditemukan di perairan yang lebih dalam dibandingkan beberapa terumbu karang, yang mungkin melindunginya dari suhu permukaan laut yang lebih tinggi.
Baca juga:
Festival Halal Airlangga, Edukasi Sertifikasi Halal UMKPenemuan ini diumumkan bersamaan dengan perundingan iklim PBB COP29 di Baku, Azerbaijan yang berupaya mencapai kemajuan dalam mengatasi perubahan iklim.
Trevor Manemahaga, menteri iklim Kepulauan Solomon yang hadir pada pertemuan tersebut, mengatakan kepada BBC News bahwa negaranya akan bangga dengan karang yang baru ditemukan.
“Kami ingin dunia tahu bahwa ini adalah tempat istimewa dan perlu dilindungi,” katanya.
“Kita sangat bergantung pada sumber daya laut untuk kelangsungan ekonomi sehingga karang sangatlah penting, dan sangat penting bagi perekonomian kita untuk memastikan karang kita tidak dieksploitasi,” imbuh Trevor.
(ori)