LANGIT7.ID,- PESHAWAR - - Penemu muda dari Pakistan Wasiullah (17) membuat "sepatu pintar" untuk tunanetra yang bisa memberi peringatan melalui suara atau getaran bila ada rintangan dalam radius 120 cm.
Pemuda yang berasal Lembah Swat di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, mengatakan dirinya mulai masuk dunia inovasi karena menyukai saat memperbaiki mainan dengan baterai yang rusak.
"Para tunanetra tak lagi membutuhkan tongkat pemandu jalan setelah sepatu pintar ini populer," kata Wasiullah seperti dilansir dari Arab News, Selasa (19/10/2021).
Baca juga : Ilmuwan Nuklir Pakistan Abdul Qadeer Khan Meninggal DuniaSepatu buatan Wasiullah dipasang dengan sensor ultrasonik dan papan Arduino agar pemakai (tunanetra) tetap aman saat berjalan karena ada notifikasi ketika ada rintangan di depan mereka.
Guru Fisika setempat, Muhammad Farooq mengatakan Wasiullah adalah anak pintar yang sudah merencanakan dan merancang kursi roda untuk navigasi tunanetra di lingkungan mereka. Hanya saja, rencana tersebut belum terlaksana karena masalah finansial.
Keterbatasan dana tak menghambat kreativitas Wasiulah, hingga dirinya berhasil mendesain sepatu di awal tahun ini.
"Saya percaya dia memiliki potensi menjadi ilmuwan terkenal jika dia mendapat kesempatan dan bimbingan yang tepat," kata Farooq.
Salah satu kesempatan tersebut, yang bisa membantu Wasiullah mendapat pendidikan tinggi di bidang sains, adalah mengenalkan penemuannya itu ke pasar.
"Sepatu pintar untuk tunanetra ada di luar negeri. Tapi harganya di luar jangkauan masyarakat negara ini. Seharusnya proyek ini menjadi milik pemerintah, karena sepatu buatan Wasiullah relatif lebih murah," jelas Farooq.
Aktivitas sosial Swat Mian Sayed meyakini sepatu pintar Wasiullah bisa menjadi produk ekspor.
Baca juga : Alquran Terbesar di Dunia Disiapkan di Pakistan"Saya kenal Wasiullah, siswa brilian yang bisa membawa keuntungan untuk negara. Sepatu ciptaannya bisa dieskpor jika proyek tesebut menjadi milik pemerintah," tambah Sayed.
Wasiullah menjelaskan untuk membuat sepatu pintar tersebut membutuhkan dana 4.500 rupee India atau sekitar Rp841.587. Tapi karena terbentur masalah dana produksi, dan dia juga membiayai kuliahnya sendiri.
Satu-satunya kesempatan bisa datang dari pemerintah daerah.
Kepala Direktorat Dirjen Provinsi Sajid Shah mengatakan pada Arab News bahwa sepatu tersebut akan segera dievaluasi oleh para ahli.
"Setelah dievaluasi oleh para ilmuwan, departemen kami akan mempromosikan proyek sepatu pintar Wasiullah untuk tujuan komersil," kata Shah.
(est)