LANGIT7.ID - , Jakarta - Di bawah naungan Karachi Arts Council, seniman asal Pakistan Shahid Rassam bersama 200 seniman lainnya terlibat dalam pembuatan Alquran terbesar di dunia. Alquran dengan bahan dasar aluminum berlapis emas ini dikerjakan sejak 2017 dan diperkiraan karya tersebut akan selesai pada 2026 mendatang.
Karya seni langka berukuran panjang 8,5 kaki dan lebar 6,5 kaki ini siap memecahkan rekor dunia yang saat ini dipegang oleh salinan Alquran berukuran panjang 6,5 kaki dan lebar 4,5 kaki yang ada di Afghanistan tahun 2017 silam. Saat ini Alquran tersebut disimpan di Masjid Kul Sharif, Kota Kazan di Rusia.
Menurut Rassam, karya seni yang tengah dikerjakannya tersebut merupakan Alquran pertama sejak 1.400 tahun sejarah Islam, yang dicetak di atas aluminium. Para ahli kaligrafi sebelumnya menghasilkan karya seni klasik dengan membuat salinan kitab suci memakai bahan konvensional seperti kayu, kertas, kulit binatang dan kain.
Baca juga : Alquran Milik Presiden AS Thomas Jefferson Dipamerkan di Dubai Expo 2020"Ini adalah proyek seumur hidup saya," kata Rassam seperti dikutip dari ABNA, Minggu (17/10/2021).
Selama beberapa bulan terakhir, Rassam (49), membutuhkan waktu dua tahun untuk mempersiapkan dua halaman pertama Alquran dan menghabiskan rata-rata 10 jam per hari untuk proyeknya tersebut.
"Ini lebih dari tugas yang menantang dan sama sensitifnya (dalam hal kesucian Alquran). Satu kesalahan kecil saja bisa merusak seluruh tenaga upaya," kata Rassam.
Rassam akan memajang sampel pertama dari karya seninya tersebut, surat Ar-rahman di Expo 2020 Dubai pada November akan datang.
Seniman Karachi ini mengatakan karya seninya tersebut terinspirasi dari desain seni Turki, Arab dan Iran.
"Kami membuat desain sendiri (untuk membaca Alquran) setelah mempelajari desain Turki, Arab, dan Iran. Karya ini bukan campuran dari desain-desain itu, tapi terinspirasi," jelasnya.
Rassam menjelaskan, di tahap awal, huruf-huruf dicetak di tanah liat, kemudian diplester dan diubah menjadi serat sebelum akhirnya dicetak di aluminium. Lebih lanjut, lebih dari 200 kilogram emas, 2.000 kilogram aluminium, dan 600 gulung kanvas yang digunakan untuk membuat 77.430 kata pada 550 halaman. Rassam menjelaskan untuk memperkaya desain, digunakan juga batu-batuan mulia seperti rubi, safir, dan zamrud.
Teknik kaca Italia dan pewarnaan aklirik juga digunakan untuk mengembangkan desain, karena awet selama ratusan tahun.
Rassam mengatakan dia membuatkan karya seninya ini atas permintaan dari temannya di tahun 2016 silam, yang mendorongnya untuk membuatnya dalam skala besar.
"Saya memulai proyek ini sendirian. Dan saya mengeluarkan modal sendiri untuk itu. Belum ada dukungan finansial dari pemerintah atau lembaga manapun," jelas Rassam saat ditanya bagaimana dia menanggung biaya sebesar itu.
Rassam mengakui ada beberapa pemerintah asing yang mendekatinya untuk menyokong proyek tersebut, tanpa menyebutkan nama negaranya.
Baca juga : Mendengarkan Alquran Bermanfaat untuk Kesehatan OtakMenurut Rassam, jenis proyek langka dan besar ini pastinya membutuhkan dukungan dana dari negara. Baginya, karya seni ini tidak hanya tentang agama, tetapi tentang seni dan budaya.
“Karya ini tidak dimaksudkan untuk umat Islam saja tetapi juga untuk menarik orang-orang dari agama yang berbeda melalui seni. Ini bertujuan untuk menonjolkan seni dan budaya Islam,” katanya.
Salah satu rekan satu tim Rassam, Jawad Ahmad Jan, mengatakan dirinya bangga bisa terlibat dalam karya senin yang langka ini.
"Anda hanya mendapat kesempatan ini sekali seumur hidup, dan saya bangga menjadi bagian dari proyek ini," katanya.
"Bayangkan saja, di awal karir Anda mendapatkan kesempatan yang sangat besar ini," yamnah Ahmad Jan.
Persepsi yang sama pun dikatakan Mahnoor Khan, rekan tim Rassam lainnya, yang menjadi bagian dari proyek ini dalam dua tahun terakhir.
"Saya beruntung menjadi bagian dari proyek bersejarah ini. Ini sangat berarti seumur hidup saya," jelasnya.
(est)