LANGIT7.ID, Jakarta - Kotak amal di masjid sering kali menjadi sasaran tindak kriminalitas. Banyak takmir merasa khawatir dengan kotak amal yang sering menjadi incaran pencurian. Para pencuri kotak amal mengambil kesempatan ketika masjid sepi atau masjid yang tidak memiliki sistem keamanan CCTV.
Kemajuan teknologi memungkinkan kotak amal memiliki sistem pengamannya sendiri. Telah banyak lembaga akademis yang meneliti dan mempublikasikan rancangan kotak amal berteknologi untuk mencegah pencurian dan keperluan penghimpunan dana.
Bahkan, ada pula kotak amal tanpa sentuh yang didesain mencegah penyebaran Covid-19. Berikut desain kotak amal berteknologi canggih itu.
1. Kotak Amal Tanpa SentuhMuhammad Akil dan kawan-kawannya dari Universitas Negeri Makassar merancang konsep kotak amal tanpa sentuh dalam menjalani tatanan normal baru Covid-19. Pembuatan desain ini terdiri dari tiga bagian, yaitu desain mekanik, rangkaian elektronik, dan algoritma program.
Frame kotak amal terbuat dari akrilik dengan pertimbangan harga lebih murah dan material lebih kuat. Sistem yang digunakan dalam menggerakkan kotak amal ini mirip dengan yang digunakan pada robot secara umum. Sistem pergerakan mekanik berdasarkan pembacaan kondisi sensor yang membaca garis sebagai track atau jalur yang akan dilewati oleh kotak amal. Lajur bisa dibuat di lantai masjid di depan shaf.
Jamaah yang ingin infaq dapat memberikan isyarat tangan ke bagian depan robot yang terdapat sensor ultrasonik yang bisa mendeteksi adanya halangan lalu masukkan uang ke dalamnya.
2. Pantau Kotak Amal dengan TelegramTakmir masjid dapat memantau kondisi kotak amal setiap saat dari mana pun dengan memanfaatkan aplikasi perpesanan Telegram. Kotak amal ini dirancang memiliki sensor getaran.
Ketika terjadi getaran akibat pengangkatan, sentuhan atau buka paksa pada kotak akan memicu alarm berupa sebuah buzzer yang berbunyi. Selain itu, kotak amal ini hanya bisa dibuka dengan sidik jari pengurus masjid. Sistem kontrolnya yang berbasis Arduino seketika mengirimkan pesan kepada aplikasi Telegram yang terpasang pada smartphone pengelola masjid.
Dengan demikian, takmir dapat segera diambil tindakan yang cepat untuk mengatasi masalah tersebut. Kotak amal ini merupakan rancangan mahasiswa Universitas Budi Luhur dan menjadi materi Seminar Nasional Informatika 2020.
3. Koin Mas AlingMahasiswa Politeknik Negeri Semarang (Polines) pernah menciptakan Kotak Infaq Masjid Anti Maling yang disingkat Koin Mas Aling. Dikerjakan oleh Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) – Karsa Cipta yang beranggotakan tiga mahasiswa teknik elektronika dan administrasi bisnis.
Kotak amal masjid ini memiliki fitur keamanan otomatis dengan pengunci sensor sidik jari. Sehingga kotak infaq dapat dibuka hanya dengan sidik jari takmir yang telah terdaftar. Apabila kotak infaq dibuka paksa maka alarm akan berbunyi dan mengirim notifikasi berupa SMS kepada takmir.
Fitur lainnya yaitu memiliki tombol dan penampil menu fitur keamanan, memiliki pelacak posisi menggunakan GPS (Global Positioning System) untuk mengetahui lokasi kotak infaq apabila dicuri. Apabila kota dibawa lebih dari 20 centimeter, alarm akan berbunyi dan menganggap ada pencurian.
4. Antimaling dan antipancingSebuah perusahaan distributor produk teknologi asal Swedia merilis Aslam Safes, yakni kotak amal yang didesain sedemikian rupa sehingga untuk mencegah pencurian perorangan maupun kelompok. Bentuk kotak amal seperti brankas bank, tapi didesain dengan lubang angkur dan pelat bergerigi.
Kotak amal seberat 75 kilogram ini diyakini dapat mencegah brankas akan sulit dibawa oleh satu orang atau dengan cara manual. Selain itu, menyulitkan pencuri yang mengambil uang dengan cara dipancing.
(bal)