LANGIT7.ID-Jakarta; Setiap kendaraan bermesin, pasti membutuhkan oli atau cairan pelumas yang digunakan untuk melapisi komponen yang terdapat di dalam mesin agar mesin dapat bekerja dengan sempurna dan tidak mengalami keausan.
Oli pada mesin ini berguna sebagai pelumas dan pendingin karena di dalam mesin sepeda motor terdapat berbagai komponen yang saling bergesekan antara satu dengan yang lainnya.
Karena itu, para pemilik kendaraan bermesin ini harus rutin untuk melakukan penggantian oli mesinnya, agar performa mesin selalu terjaga dan komponen mesin tetap awet.
Oli yang digunakan untuk mesin sendiri ada beberapa jenis yang dibedakan bahan pembuatannya, yaitu oli sintetis, oli semi sintetis dan oli mineral.
Untuk penjelasan tentang jenis-jenis oli tersebut, bisa kamu simak selengkapnya di bawah ini.
Oli sintetik
Oli sintetik merupakan oli yang berbahan dasar minyak bumi (mineral) yang diolah dan dicampur dengan bahan aditif. Oli sintetik bebas dari karbon reaktif karena merupakan hasil terbersih dari oli mineral.
Oli mesin sintetik ini memiliki sifat tidak mudah menguap serta mampu melapisi komponen kendaraan secara merata dan juga tahan pada kondisi ekstrem. Oli ini cocok digunakan untuk jenis motor tua atau motor sport yang mesinnya bekerja ekstra.
Oli semi sintetik
Oli semi sintetik merupakan campuran dari oli mineral dengan oli sintetik. Jadi tidak heran jika oli semi sintetik ini dijual dengan harga lebih murah dibanding oli sintetik yang murni.
Kekurangan oli semi sintetik ini mengandung karbon aktif dan mampu menghasilkan range viskositas yang lebih luas dan stabil dibanding oli mineral.
Sedangkan kelebihannya, oli semi sintetik memiliki kadar penguapan yang jauh lebih rendah dan membuat kinerja mesin menjadi lebih efisien.
Oli mineral
Oli mineral merupakan oli yang terbuat dari bahan bakar minyak bumi yang disuling dan ditambahkan dengan zat aditif. Hasil pengolahan ini disempurnakan sehingga meningkatkan fungsi dan kemampuannya. Campuran dari dua bahan yang tidak bersenyawa membuat oli mineral memiliki tingkat viskositas kurang stabil ketika berada di daerah bersuhu tinggi.
Oli jenis ini dapat mengakibatkan kerak pada komponen mesin motor. Meskipun memiliki kekurangan, tak menutup keunggulan oli jenis ini karena lebih awet serta getaran dari mesin cenderung halus saat mesin motor dingin.(*)
(hbd)