LANGIT7.ID-Jakarta; Ganti oli mesin pada sepeda motor menjadi salah satu hal penting yang harus dilakukan untuk menjaga performa motor tetap optimal dan membuat mesin motor tetap awet.
Sayangnya, terkadang para pemilik motor bingung untuk memilih oli mesin yang akan digunakan untuk motor mereka. Karena, saat ini sudah sangat banyak merek oli mesin yang beredar di pasaran.
Banyaknya merek oli mesin motor ini, membuat para pemilik motor penasaran dan mencoba berbagai merek oli dengan tujuan mencari oli mesin yang paling cocok untuk mesin motor mereka.
Padahal, gonta-ganti merek oli untuk mesin sepeda motor ini dapat menimbulkan efek negatif pada mesin. Sebab, semua oli yang diproduksi pabrikan memiliki komposisi yang berbeda-beda.
Meskipun base oil dan zat aditifnya sama, namun setiap pabrikan pasti memiliki racikan yang berbeda, bahkan tiap pabrikan juga biasanya akan mengeluarkan berbagai oli dengan spesifikasi yang berbeda.
Kandungan oli yang berbeda, tidak akan mampu tercampur secara sempurna sehingga mengakibatkan gumpalan pada pelumas. Hal ini akan terjadi jika pada penggantian oli tidak sempurna saat mengurasnya.
Sisa-sisa oli tersebut tidak akan bisa bercampur dengan oli baru yang memiliki merek berbeda. Namun, dalam kondisi yang terdesak mengganti oli dengan merek yang berbeda masih diperbolehkan, dengan catatan tidak sering melakukannya.
Efek negatif yang akan terjadi pada mesin motor yang sering gonta-ganti merek oli adalah mesin menjadi overheat. Hal ini terjadi karena masing-masing oli memiliki bahan, karakteristik, dan formula yang berbeda.
Sehingga, oli mesin yang berbeda ini dicampur, sangat mungkin untuk melahirkan senyawa baru yang mengurangi kinerja oli saat melumasi seluruh komponen mesin.
Akibatnya, gesekan komponen mesin tidak akan bekerja dengan sempurna dan menyebabkan panas yang berlebih. Hal inilah yang mengakibatkan mesin motor menjadi overheat.(*)
