Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 01 Juni 2026
home global news detail berita

Ribuan Orang Berkabung Bersama Peringati 20 Tahun Tsunami Aceh, Thailand, India dan Srilanka

lusi mahgriefie Jum'at, 27 Desember 2024 - 16:30 WIB
Ribuan Orang Berkabung Bersama Peringati 20 Tahun Tsunami Aceh, Thailand, India dan Srilanka
Mengenang tsunami di Thailand. Foto: Sirachai Arunrugstichai/Getty/People
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Ribuan orang berkumpul untuk berkabung bersama-sama pada Kamis, 26 Desember, kemarin untuk memperingati dua dekade sejak tsunami terbesar di dunia terjadi.

Tsunami pada 26 Desember 2004 merupakan salah satu bencana alam terburuk di era modern. Gempa bumi berkekuatan 9,1 skala Richter memicu gelombang bencana yang membawa kehancuran pada sedikitnya 12 negara.

Bencana ini menyebabkan sekira 230.000 orang tewas, dan sekira 1,7 juta lainnya menjadi pengungsi, di mana dampak paling parah menimpa negara India, Indonesia, Sri Lanka, dan Thailand.

Di kuburan massal di seluruh provinsi Aceh pada hari Kamis, orang-orang berkumpul dan berdoa untuk menghormati para korban tragedi tersebut, The Associated Press melaporkan, sebagaimana melansir dari People.

Ribuan Orang Berkabung Bersama Peringati 20 Tahun Tsunami Aceh, Thailand, India dan Srilanka
Masyarakat di Thailand mengenang 20 tahun bencana tsunami. Foto: Sirachai Arunrugstichai/Getty/People

Salah satu desa yaitu Desa Ulee Lheue, ada 14.000 korban tak dikenal dimakamkan, keluarga korban tsunami menangis dan menaruh bunga.

Upacara peringatan serupa juga diadakan di Ban Nam Khem, sebuah kota nelayan kecil di Thailand yang merupakan salah satu kota yang paling terkena dampak tsunami di negara tersebut, serta di Chennai, India, dan Pereliya, Sri Lanka, AP melaporkan.

Louis Mullan dan adik laki-lakinya, Theo, masih remaja ketika tsunami menghancurkan Khao Luk, Thailand, tempat keluarga mereka sedang berlibur yang menewaskan orangtua mereka.

Anak-anak itu terbang kembali ke Cornwall, Inggris, seminggu setelah badai sebagai anak yatim piatu. Namun ketika mereka tiba di rumah, mereka menerima “kejutan” dari tetangga yang menawarkan untuk menerima mereka, kata Louis kepada People.

“Dia merasa ada sesuatu yang memberitahunya bahwa dia harus melakukan itu,” kata Louis tentang ibu yang menyarankan agar dia menerima mereka. “Jika kita tidak memilikinya, saya pikir saat itulah segalanya akan jauh lebih sulit.”

Baca juga:Lima Jurnalis Tewas dalam Serangan Israel di Gaza, Mobil Ditabrak hingga Terbakar

Ia menambahkan, “Peluang yang mereka tawarkan kepada kami dan cinta yang mereka berikan kepada kami telah menjadikan kami seperti sekarang ini.”

Sementara bagi Rachel Hearson, korban selamat yang kala itu tengah berlibur di Kepulauan Phi Phi, Thailand. Hearson, kini berusia 61 tahun, diselamatkan oleh perahu nelayan kecil sebelum dia kembali ke darat untuk mencari pasangannya, Cici Romain, yang akhirnya dia temukan di tengah reruntuhan sambil membantu orang lain.

Meskipun dia tidak memiliki pelatihan medis formal, dia memegang tangan para penyintas saat mereka menunggu helikopter penyelamat. Dua dekade kemudian, dia mengatakan bahwa dia meninggalkan kariernya sebagai perancang busana, dan memilih bekerja di badan amal kanker. “Saya bisa berada di sana untuk orang lain jika saya dibutuhkan.”

“Mungkin sulit [bagi generasi muda] untuk memahaminya,” kata Soffie Modin, salah satu penyintas tsunami lainnya, kepada People. Modin juga sedang berlibur di Kepulauan Phi Phi dan membutuhkan delapan bulan perawatan di rmah sakit dan rumah untuk pulih dari cedera kaki. Sementara dia selamat, saudara laki-laki tunangannya tewas dalam bencana tersebut.

Modin adalah salah satu dari banyak penyintas yang muncul dalam Tsunami: Race Against Time karya National Geographic, sebuah serial dokumenter empat bagian yang menyoroti keberanian dan kepahlawanan para penyintas bencana.

“Senang sekali bisa membuka penutupnya lagi,” kata Modin kepada People tentang partisipasinya dalam serial dokumenter tersebut, sambil menekankan perlunya generasi baru untuk belajar tentang tragedi tersebut.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 01 Juni 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)