LANGIT7.ID, Jakarta - Ibu kota Jepang, Tokyo, baru saja memiliki satu masjid baru. Masjid baru tersebut melaksanakan Shalat Jumat pertama kali.
Ini sekaligus yang pertama kali bagi ummat muslim di kawasan distrik Nishi Kasai, Edogawa, salah satu dari 23 distrik Tokyo, tempat masjid didirikan.
Shalat dilaksanakan di lantai dua, dan seorang imam memimpin sholat Jumat untuk sekitar 80 jamaah.
Sebuah pengeras suara disiapkan untuk menyampaikan audio ke lantai pertama gedung, area yang disiapkan untuk jamaah wanita.
"Ini adalah kesempatan luar biasa membuka Pusat Islam di Nishi Kasai, untuk melayani komunitas Muslim, tetangga kami dan komunitas lokal maupun masyarakat pada umumnya,” kata sukarelawan Imam Abdul Wahid, dikutip di ABNA, Ahad (19/9).
Masjid ini disebut akan menawarkan layanan khususnya terkait Islam, serta mengajarkan nilai-nilai dan ajaran Islam di masyarakat dan komunitas setempat.
Nishi Kasai berjarak sekitar 15 menit dengan kereta api dari pusat kota Tokyo.
Abdul Wahid menyatakan Islamic Center akan membuka pintunya bagi semua pihak yang ingin belajar tentang Islam dan mereka yang membutuhkan bantuan sosial.
Sekretaris Jenderal Japan Islamic Trust Haroon Qureshi mengatakan pendirian masjid tersebut digagas dan dilaksanakan oleh Japan Islamic Trust. Mereka adalah sebuah organisasi keagamaan yang mengelola sembilan masjid di Jepang.
"Kami berterima kasih atas kerja sama umat Islam lokal di Jepang dan banyak donor dari lebih dari 70 negara,” katanya.
Presiden Nishi Kasai Center Abdullah Baba mengatakan mereka mendirikan komunitas ini tujuh tahun lalu. Kala itu jumlahnya baru 12-15 keluarga, yang kini meningkat menjadi 80 keluarga.
Keberadaan Pusat Islam yang baru ini akan memberikan bantuan penting bagi mereka.
(arp)