Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home sosok muslim detail berita

Sarjana Ekonomi Ini Pilih Pulang Kampung Kelola Desa Wisata

Muhajirin Ahad, 19 September 2021 - 20:20 WIB
Sarjana Ekonomi Ini Pilih Pulang Kampung Kelola Desa Wisata
Sugianto atau akrab disapa Ogi (kiri) bersama kawannya saat kerja bakti di desanya (foto: dok pribadi)
LANGIT7.ID, Lombok Timur - Meninggalkan gemerlap karir di kota besar setelah lulus kuliah, lalu pulang membangun kampung halaman bukanlah perkara mudah. Hal itu yang dilakukan oleh Sugianto, pengelola desa wisata di Desa Tetebatu di Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sugianto atau yang akrab disapa Ogi, merupakan alumnus Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Jurusan Pendidikan Ekonomi. Lulus dari kampusnya menyandang gelar sarjana, tak membuatnya malu pulang ke desa.

Ogi cakap melihat potensi ekonomi di balik desa wisata. Ilmu yang didapat di bangku kuliah, ia terapkan di Desa Tetebatu untuk mengembangkan potensi pariwisata di daerah tersebut.

“Siapa lagi yang diharapkan untuk bergerak? Bagaimana kemudian mengaplikasikan ilmu yang kita dapat,” kata pria yang akrab disapa Ogi itu kepada LANGIT7.ID, Ahad (19/9/2021).

Ogi melihat ladang kontribusi yang besar saat Desa Tetebatu mewakili Indonesia dalam ajang lomba Desa Wisata Terbaik (Best Tourism Village) yang diselenggarakan Organisasi Pariwisata Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UBWTO).

Baca Juga: Mengenal Desa Tetebatu Lombok Timur, Nominator Desa Wisata Terbaik Se-Dunia

Ogi bersama teman-temannya di Badan Pengelola Desa Wisata (BPDeWi) Tetebatu, membuat paket-paket wisata untuk wisatawan. Misalnya, para wisatawan diajak keliling desa mulai dari pinggiran sawah, lalu lanjut ke Air Terjun, menikmati lanskap pegunungan, hingga ke melihat secara langsung monyet hitam di tengah hutan.

Semenjak memutuskan pulang kampung untuk mengabdikan diri mengembangkan desa wisata, Ogi mengajak anak-anak muda setempat untuk berkontribusi. Anak muda selama ini dipandang sebelah mata. Mereka tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan, karena dianggap tidak bisa berbuat apa-apa.

“Mereka meremehkan anak muda dan dianggap tidak bisa berbuat sesuatu. Kita ingin menjawab bahwa anak-anak muda itu bisa kok produktif, bisa membangun desa ini,” kata Ogi.

Namun, Ogi tak ingin menjadikan anak muda setempat berjalan tanpa kendali orang tua. Ia ingin generasi tua dan anak muda bekerja sama, saling melengkapi. Anak muda butuh kebijaksanaan orang tua. Sementara orang tua membutuhkan produktivitas anak muda dan semangat mereka.

Maka dari itu, Ogi bersama pemuda setempat membuat organisasi. Mulai organisasi pariwisata hingga organisasi sosial. “Anak-anak muda di sini bahkan aktif memberikan bantuan ke masyarakat,” ucap Ogi.

Di desa itu pula terdapat Yayasan Gerbang Bersama. Perkumpulan itu memfasilitasi anak-anak untuk belajar di sekolah alam. Sekolah itu berkonsep belajar sambil bermain di alam. Selain itu, mereka juga diajari bahasa Inggris.

Sarjana Ekonomi Ini Pilih Pulang Kampung Kelola Desa Wisata

“Ada latihan bahasa Inggris, jadi ketika ada bule yang datang ke sini, mereka sudah siap. disiapkan sejak dini,” tutur Ogi.

Terobosan-terobosan seperti itu yang membuat generasi tua melek dan mulai menyadari kontribusi anak muda. Kesadaran itu pula yang membuat Ogi merasa bisa memanfaatkan ilmu yang ia dapat di UIN Mataram.

Salah satu ilmu yang sangat bermanfaat adalah tata cara berorganisasi. Di desa itu, kata Ogi, banyak keputusan tidak diambil melalui musyawarah. Ada musyawarah pun, keputusan yang diambil masih berdasarkan ego sektoral.

Namun, setelah anak-anak muda aktif mengembangkan pariwisata Desa Tetebatu, aktivitas musyawarah makin hidup. Keputusan-keputusan dilandaskan untuk kepentingan bersama. Ogi berharap, musyawarah bisa menyatukan banyak kepentingan di pariwisata untuk kepentingan bersama.

“Itu yang kita coba. Alhamdulillah saat ini, pelaku pariwisata kita bersama, dengan pemerintah daerah untuk membangu pariwisata,” kata mantan Ketua KAMMI UIN Mataram ini.

Ogi kini bersama BPDeWi Tetebatu terus bekerja mengembangkan desa wisata Tetebatu. Ia berharap, kerja-kerja hari ini bisa menjadi warisan untuk generasi selanjutnya. Maka itu, selain menyatukan hubungan anak muda dengan generasi tua, ia juga membidik anak-anak usia sekolah untuk diajari mengelola pariwisata.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
TOPIK TERPOPULER
Terpopuler 0 doa
4 snbt
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)